Pusat Info Wisata Terlengkap

10 Fakta Unik Dan Menarik Tentang Tebing Keraton Bandung Yang Jarang Diketahui Orang

0 1,933

Tebing Keraton – Inilah daftar fakta unik dan menarik tentang Tebing Keraton Bandung yang jarang diketahui orang. Wajib Anda baca sebelum berkunjung ke destinasi wisata yang lagi hits ini. Tebing ini mempunyai panorama alam yang sangat eksotis, hamparan hutan nan hijau diselimuti kabut dapat dilihat dari atas tebing. Sungguh sangat menakjubkan!

Saking indahnya, kini Tebing Keraton berhasil menggeser kepopuleran aneka wisata Bandung lainnya yang sudah terkenal terlebih dahulu seperti Bukit Moko, Puncak Bintang, Gunung Tangkuban Perahu, Situ Patenggang dan Kawah Putih Ciwidey. Kira-kira ada apa saja ya di Tebing Keraton? Yuk, simak ulasannya berikut.

Daftar Fakta Unik Dan Menarik Tentang Tebing Keraton Bandung Yang Jarang Diketahui Orang

1. Memiliki Sunrise Cantik

A post shared by ahdihaerudin (@ahdi_haerudin) on

Banyak orang mengira bahwa Tebing Keraton hanya menyuguhkan landscape perbukitan dan hutan. Tapi, sebenarnya tebing ini memiliki pemandangan matahari terbit dari belakang Gunung Guntur yang sangat menawan. Apalagi saat kabut putih masih menyelimuti hamparan hutan, terlihat bagaikan negeri di atas awan. Untuk melihatnya, Anda harus rela datang pagi-pagi sebelum pukul 05.30 WIB.

Saat cuaca cerah, Anda akan melihat pancaran cahaya matahari menembus di sela-sela kabut yang menyelimuti hutan. Meskipun bulatan mataharinya tak tampak jelas, fenomena alam yang dihasilkan benar-benar cantik! Pantas rasanya tebing ini dimasukkan dalam daftar tempat terbaik untuk melihat sunrise di Bandung dan sekitarnya.

2. Tempat Melihat Sunset Indah

A post shared by Tami Nangga (@taminangga) on

Tak kalah indah dengan sunrise, pemandangan Tebing Keraton saat matahari tenggelam juga layak Anda saksikan. Mengingat keberadaannya di atas bukit tinggi, tentu membuat tebing ini sangat pas untuk melihat sunset tanpa penghalang gedung atau pepohonan. Warna orange hingga kemerah-merahan yang berpadu dengan hutan lebat tampak begitu eksotik. Tak salah bila dinobatkan sebagai tempat wisata terindah di Bandung Jawa Barat.

3. Panorama Hutan Dari Ketinggian

A post shared by Ay (@hidayatahmad97) on

Daya tarik utama Tebing Keraton adala pemandangan hamparan hutan dan perbukitan hijau dengan diselimuti kabut yang sangat spektakuler. Dari atas tebing ini biasanya para traveler mengabadikan moment melalui berfoto dengan latar hutan tersebut.

Karena dilihat dari ketinggian, maka deretan pohon penyusun Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang menjulang tinggi tersebut tampak seperti permadani hijau terhampar. Cantik dan instagramable! Oleh karena foto Tebing Keraton banyak berseliweran di media sosial instagram, maka dikenal juga dengan sebutan Tebing Instagram.

4. Asik Buat Trekking Jalan Kaki Dan Bersepeda

A post shared by Yusuf (@yusufsolah) on

Tebing Keraton berada di kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Dengan demikian udara disini tentu terasa sejuk dan menyegarkan. Hal ini tentu karena banyak pepohonan hijau pensuplai oksigen serta jauh dari polusi udara. Rute jalannya juga mudah ditempuh, tidak terlalu terjal.

Suasana seperti itu sangat cocok untuk dijadikan trek jalan kaki atau pun bersepeda. Untuk menghindari kelelahan, Anda bisa trekking jalan kaki dari Warung Bandrek naik ke atas, jaraknya sekitar 2 km. Cukup dekat bukan? Sepanjang perjalanan, Anda bisa menikmati keindahan lingkungan hutan.

Buat yang hobby gowes sepeda, Anda bisa memulai rute yang lumayan jauh dari Terminal Dago. Setelah sampai di Warung Bandrek, Anda bisa istirahat sejenak disini guna menikmati air putih dan camilan. Untuk mengusir dingin, Anda bisa juga mencoba bandrek, minuman khas Bandung yang bisa menghangatkan badan.

5. Tempat Melihat Kabut Melayang-Layang Di Udara

A post shared by ellyas suharli (@esuharli) on

Salah satu fenomena alam keren yang dicari oleh para wisatawan di Tebing Keraton adalah kabut putih yang melayang-layang diatas hutan. Saat kabut masih tebal dan terkena cahaya matahari pagi, Anda bisa menyaksikan negeri di atas awannya Bandung. Epic banget!

6. Tempat Singgah Burung Elang Saat Bermigrasi

A post shared by anythingfly (@any_thing_fly) on

Nah, kalau fakta yang satu ini hampir bisa dipastikan jarang banget diketahui wisatawan. Mungkin hanya para pecinta alam atau pengamat burung yang mengetahuinya. Tebing Keraton ternyata menjadi tempat singgah burung dunia saat migrasi.

Beberapa jenis burung yang sering ditemukan antara lain Alap-alap China dari China, Alap-alap Nippon dari Jepang dan Elang jenis Oriental Honey-Buzzard dari Siberia. Burung tersebut biasanya singgah di kawasan hutan sekitar Tebing Keraton mengikuti arah angin, sekitar bulan Agustus.

Untuk mengamati burung (birdwatching), Anda harus menggunakan binokuler agar tampak lebih jelas. Dari pihak pengelola, kalau tak keliru sekarang sudah menyediakan sebuah menara pemantau burung 2 lantai. Jadi, bagi wisatawan yang akan melakukan pengamatan burung bisa naik ke menara ini.

7. Punya Camping Ground Yang Asyik Buat Berkemah

Banyak pertanyaan dari para traveler “apakah bisa camping di Tebing Keraton?” Jawabannya tentu saja bisa banget. Pasalnya, sekarang sudah dibangun camping ground seluas lapangan bola di sekitar tebing ini. Hal ini tentu menjadi kabar gembira buat para wisatawan yang selama ini kesulitan mencari penginapan untuk menunggu sunrise di Tebing Keraton.

Biasanya wisatawan menginap di rumah penduduk, namun dengan adanya arena berkemah ini, mereka bisa mendirikan tenda sendiri. Fasilitas yang tersedia lumayan lengkap, ada mushola, gazebo berukuran 3 x3 meter, dan toilet. Anda tinggal membawa tenda dan perlengkapannya untuk bermalam di sini. Asyik bukan?

Harga sewa camping ground sekitar 40 ribu rupiah per malam, dengan catatan semua peralatan Anda sendiri yang menyiapkan dari rumah. Apabila ingin semua perlengkapan disiapkan oleh pihak pengelola, maka Anda harus membayar Rp.140.000,-. Harga sudah termasuk tiket retribusi, tenda, sarapan, dan penerangan.

8. Berada Pada Ketinggian Sekitar 1200 mdpl

Tebing yang menawarkan landscape alam nan indah ini berada di ketinggian sekitar 1200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Bisa Anda bayangkan bukan? Dengan ketinggian tersebut tentu udara di sini akan terasa dingin. Oleh karena itu, jaket tebal atau pakaian penghangat wajib Anda bawa saat berkunjung ke Tebing Keraton.

9. Dulu Bernama Pasir Jontor atau Cadas Jontor

A post shared by FS (@ferisukandar) on

Sebelum nama Tebing Keraton populer, destinasi wisata Lembang ini dulunya dikenal oleh warga sekitar dengan sebutan Pasir Jontor atau Cadas Jontor. Pasir berasal dari bahasa sunda yang berarti bukit sedangkan cadas berupakan batuan padas yang biasanya berlapis-lapis.

Istilah jontor diartikan sebagai sesuatu yang memble atau maju ke depan. Tebing ini bentuknya seperti bukit cadas yang maju ke depan sehingga disebut Pasir Jontor atau Cadas Jontor. Kira-kira seperti itulah asal muasal namanya.

10. Nama Tebing Keraton Berasal Dari Bapak Asep

Menurut informasi yang saya dapatkan, pemberi nama Tebing Keraton yaitu Bapak Asep. Diberi nama demikian karena tebing ini memiliki keindahan alam yang sangat mengagumkan. Akhirnya, sampai sekarang nama tersebut menjadi lebih populer dikalangan wisatawan.

Bagaimana sobat traveler, menarik bukan fakta-faktanya? Biar Anda punya gambaran bagaimana keadaan dan keindahan Tebing Keraton, silakan tonton video Youtube berikut dari program televisi Weekend List.


Baca Juga :

Alamat Dan Lokasi Tebing Keraton Bandung

Tebing Keraton berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, tepatnya Kampung Ciharegem Puncak, Desa Ciburial, Bandung, Jawa Barat. Agar lebih jelas, Anda bisa melihat peta lokasinya pada gambar google maps di bawah ini.


 

Cara Menuju Ke Tebing Keraton Bandung

Rute jalan menuju Tebing Keraton dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua. Anda langsung saja menuju ke Terminal Dago, lalu lurus terus ke arah Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Setelah masuk ke gerbang Taman Hutan Raya, akan ada belokan pertama ke kanan. Nah, Anda ikuti saja terus belokan itu melewati rumah-rumah dan perkampungan hingga sampai di Warung Bandrek (Warban).

Warung Bandrek ini biasanya digunakan oleh para pecinta sepeda untuk istirahat sekedar minum mengembalikan tenaga dan menghilangkan lelah. Dari warung ini, perjalanan menuju ke Tebing Keraton belum selesai. Anda masih harus melanjutkan perjalanan melewati tanjakan dan jalan berbatu (mungkin sekarang sudah di aspal) sampai ke pos paling atas.

Dari pos teratas, Anda bisa memarkir motor di tempat yang tela disediakan lalu trekking jalan kaki sekitar 5 menitan. Oya, berdasarkan info dari para traveler, bagi pengunjung yang membawa mobil biasanya akan dicegat oleh beberapa tukang ojek untuk memarkirkan kendaraan di sekitar tanjakan.

Jadi, Anda dengan terpaksa harus naik ojek dari sekitar Warung Bandrek menuju ke pos Tebing Keraton. Tarifnya cukup mahal, sekitar 50 ribu rupiah walaupun mungkin bisa ditawar menjadi 20 – 30 riibu rupiah. Bila mau jalan kaki, jaraknya sekitar 2 km. Mudah-mudahan saja sekarang sudah ada perbaikan jalan dan lahan parkir sehingga mobil bisa naik ke atas.

Harga Tiket Masuk Tebing Keraton Bandung

Untuk menikmati kecantikan Tebing Keraton, Anda hanya diharuskan membayar tiket masuk sebesar 11 ribu rupiah. Kalau untuk warga negara asing dikenai tarif lebih mahal, sekitar 76 ribu rupiah per orangnya. Tarif perkir motor 5 ribu rupiah dan mobil 10 ribu rupiah. Sebaiknya Anda bawa uang lebih, karena siapa tahu kendaraan tidak boleh naik ke atas sehingga Anda harus membayar tukang ojek.

Tips Berkunjung Ke Tebing Keraton Bandung

Sebelum datang ke Tebing Keraton, Anda sebaiknya membaca tips-tips berikut ini agar perjalanan dan kegiatan wisata menjadi lebih nyaman.

  • Gunakanlah pakaian kasual yang menyerap keringat dan simpel agar bebas bergerak di alam terbuka. Jangan lupa sedia jaket ya, udaranya lumayan dingin karena lokasinya berada di ketinggian 1200 mdpl.
  • Sebaiknya memakai mode transportasi roda dua milik pribadi agar lebih praktis dan fleksibel.
  • Datanglah saat musim kemarau atau cuaca cerah, hindari datang saat hujan agar terhindar dari jalanan licin. Pagi atau sore hari lebih direkomendasikan agar bisa menikmati keindahan sunrise dan sunset.
  • Bawalah kamera terbaik Anda untuk mengabadikan moment berharga di atas Tebing Keraton dengan panorama alam nan menakjubkan. Tongsis atau tripod bisa juga sekaligus disiapkan agar hasil jepretannya lebih bagus.
  • Hindari melompat pagar pembatas Tebing Keraton karena berbahaya. Ingat, keselamatan adalah hal yang utama. Untuk selfie di dalam area dalam pagar sudah keren kok, jadi tak usah memaksakan diri untuk melewati pagar batas area aman.
  • Bawa bekal makanan atau minuman sesuai selera Anda, meskipun ada warung disekitar lokasi.
  • Cek kondisi kendaraan dan isi bensin / BBM kendaraan Anda secara full, jangan sampai mogok atau pun kehabisan bahan bakar di tengah jalan.
  • Bagi Anda yang berasal dari luar Kota Bandung, sebaiknya menginap di hotel sekitar Dago agar jarak tempuhnya lumayan dekat.
  • Bila ingin sekalian olah raga, maka bersepeda menuju ke Tebing Keraton bisa menjadi pilihan yang tepat. Apalagi udara di sekitar Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda terasa sejuk dan alami. Oya, jangan lupa tetap menjaga keasrian objek wisata alam yang satu ini agar anak cucu kita nanti masih bisa ikut menikmatinya.

Sekian, info pariwisata Bandung yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Bila sobat traveler mempunyai info terbaru tentang fakta unik Tebing Keraton Bandung lainnya bisa menuliskannya melalui kolom komentar. Terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.