Kawah Putih : Wahana Spot Foto Keren, Fasilitas, Dan Harga Tiket Masuk Kawah Putih Ciwidey Bandung

0 519

Kawah Putih – Ingin tahu ada apa saja di Kawah Putih Ciwidey Bandung? Ini review lengkap sejarah, fakta unik, wahana spot foto keren, fasilitas, harga tiket masuk, lokasi / alamat, rute jalan menuju ke sana, dan penginapan di sekitarnya. Panorama alamnya sungguh indah, air danau yang berwarna putih kehijau-hijauan berpadu cantik dengan tanah putih disekelilingnya. Asyiknya lagi, di sana ada spot baru berupa Dermaga Ponton dan Skywalk Cantigi.

Ngomongin pariwisata Bandung, tentu tak akan ada habisnya. Pasalnya, kota yang dikenal sebagai Paris van Java ini punya sejuta pesona menarik untuk liburan. Banyak hal-hal seru di sana, mulai dari taman hiburan, water park, keindahan alam, budaya, kesenian, gedung bersejarah, cafe, hingga sajian kuliner khasnya.

Diantara puluhan destinasi wisata Bandung tersebut, ada satu tempat yang tak pernah pudar daya tariknya, yaitu Kawah Putih. Hingga kini, danau alami ini selalu dipadati wisatawan baik dari lokal maupun mancanegara. Pemandangan alamnya sangat eksotis dan suasananya pun terasa begitu romantis. Tak heran, jika banyak orang tertarik datang ke sini untuk fotografi, syuting film, melukis, dan juga pre-wedding.

Kawah-Putih-Ciwidey-Bandung
Gambar ilustrasi Kawah Putih Ciwidey Bandung Jawa Barat

Daftar Wahana Spot Foto Keren, Fasilitas, Dan Harga Tiket Masuk Kawah Putih Ciwidey Bandung

Danau Kawah Putih terletak pada ketinggian sekitar 2.194 mdpl. Oleh karena itu, suhu udaranya terbilang dingin sekitar 10 – 15 derajat celcius. Kawasan objek wisata ini memiliki luas total mencapai 25 hektar, sedangkan danaunya seluas sekitar 3 hektar. Nah, bagi Anda yang kebetulan akan berkunjung pertama kali ke sana, ada baiknya membaca terlebih dahulu ulasan dari saya berikut tentang gambaran / deskripsi Kawah Putih.

Sejarah Kawah Putih Ciwidey Bandung

Menurut informasi yang saya terima, sejarah proses terbentuknya Kawah Putih berasal dari letusan Gunung Patuha pada abad ke 10. Pada abad 12, kawah sebelah kirinya ikut meletus lalu membentuk danau yang indah. Namun, setelah letusan terjadilah peristiwa aneh yaitu sekelompok burung mengalami kematian ketika melewati area bekas letusan. Kejadian ini akhirnya membuat penduduk setempat beranggapan bahwa kawasan tersebut angker.

Puncak Gunung Patuha dianggap oleh para penduduk sebagai tempat bersemayamnya arwah para leluhur, dan pusat kerajaan bangsa jin. Apabila ada hewan yang lancang terbang diatasnya, maka akan jatuh dan mati. Mitos ini tampaknya berlangsung lama dan dipercaya oleh sebagian masyarakat pada masa / jaman itu.

Pada tahun 1837, seorang cendikiawan Belanda bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn dan beberapa penduduk setempat mencoba melakukan ekspedisi untuk melawan mitos keangkeran Gunung Patuha. Pada akhirnya, dia menemukan alasan ilmiah mengapa burung-burung menghindari puncak Patuha. Alasannya adalah puncak Patuha mengeluarkan aroma / bau belerang menyengat yang bisa menyebabkan kematian pada binatang.

Oleh karena banyak kandungan belerang, maka pada masa pemerintahan Kolonial Belanda dibangunlah sebuah pabrik belerang di sana dengan nama Zwavel Ontgining Kawah Putih. Kemudian pabrik itu berganti nama menjadi Kawah Putih Kenzaka Gokoya Ciwidey pada masa penjajahan Jepang.

Setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1987, Kawah Putih akhirnya dikelola sebagai tempat wisata di Ciwidey oleh PT Perhutani (Persero) Unit III Jawa Barat dan Banten. Nama Kawah Putih sendiri kabarnya berasal dari tanah di sekeliling danau yang berwarna putih karena mengandung belerang. Saat ini, Danau Kawah Putih dikelola oleh Perum Perhutani bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat.

Fakta Unik Dan Wahana Spot Foto Keren Kawah Putih Ciwidey Bandung

1. Air Danau Berwarna Putih Kehijau-hijauan

Daya tarik utama danau Kawah Putih adalah warna airnya yang berupa putih kehijau-hijauan sehingga tampak begitu indah. Uniknya, air tersebut kadang-kadang bisa berubah warna tergantung pada kandungan belerang, suhu dan cuaca. Keindahannya semakin lengkap dengan tanah berwarna putih dan tebing penuh pepohonan hijau di sekelilingnya.

2. Tebing Sunan Ibu dan Tebing Sunan Rama

Danau alami Kawah Putih Ciwidey ini diapit oleh 2 buah tebing, bernama Tebing Sunan Ibu dan Tebing Sunan Rama. Saat Anda naik ke atas Tebing Sunan Ibu, maka Anda akan bisa mendapatkan latar berfoto yang lebih luas. Landscape keindahan ikon wisata alam di Bandung ini akan tampak semakin mengagumkan jika dilihat dari ketinggian.

Namun, untuk naik mencapai puncak tebing tersebut, Anda membutuhkan perjuangan ekstra keras. Setidaknya Anda harus melewati 4 pos, yaitu gerbang masuk, area parkiran, waduk penampungan air Keuneung, dan puncak Tebing Sunan Ibu. Mengingat medannya cukup berat, maka sebaiknya Anda persiapkan kondisi fisik secara prima serta membawa peralatan keamanan.

3. Pohon Tanpa Daun

Di sekitar area danau, terdapat beberapa pohon tanpa daun. Hal ini mungkin terjadi akibat kandungan belerang di sana yang cukup tinggi sehingga menggangu pertumbuhan daun. Keberadaan pohon-pohon tanpa daun hanya ranting dan batangnya saja ini membuat pemandangan Kawah Putih Ciwidey tampak semakin cantik mirip luar negeri. Tak heran, jika banyak orang menjadikannya sebagai lokasi prewedding, fotografi, melukis, bulan madu, hingga syuting film.

4. Goa Belanda

Selain pohon tanpa daun, Anda juga bisa menemukan sebuah gua / goa dari zaman Belanda di kawasan Kawah Putih. Namun, Anda tak bisa masuk ke dalamnya karena pintu goa ditutupi palang-palang kayu. Anda hanya bisa melihatnya dari luar dan tak boleh berlama-lama di sana mengingat aroma belerang begitu menyengat.

5. Dermaga Apung (Dermaga Ponton)

Dermaga Apung (Dermaga Ponton) merupakan wahana baru di Kawah Putih Bandung. Sesuai namanya, dermaga / jembatan ini terbuat dari drum plastik pada bagian bawahnya sehingga bisa mengapung di atas air danau. Bagian sisi pinggir jembatan di beri tali tambang sebagai penahan.

Dermaga Apung memiliki panjang sekitar 50 meter dan lebar 2 meter. Posisinya menjorok dari pinggir danau ke pulau kecil yang terletak di tengah permukaan danau. Karena mengapung, maka dermaga / jembatan bisa berubah-ubah ketinggiannya sesuai dengan pasang surut tinggi mula air danau.

Di atas dermaga tersebut, wisatawan dapat berfoto lebih dekat dengan air danau yang berwarna putih kehijau-hijauan. Meskipun bau belerang menyengat, namun masih dalam kategori aman yaitu belerang tipe B. Akan tetapi, demi menjaga keselamatan pengunjung, maka jembatan tersebut maksimal hanya boleh di naiki 30 orang dengan kisaran waktu 15 menit.

6. Skywalk Cantigi

Selain Dermaga Apung, Kawah Putih Bandung juga punya wahana spot foto baru lainnya yaitu Skywalk Cantigi. Dengan panjang mencapai 500 meter, skywalk ini dibangun menggunakan bahan baku bambu kering mengelilingi hutan Cantigi. Asyiknya, sebelum naik ke sana, Anda terlebih dahulu harus melewati jembatan gantung / jembatan goyang dari tali dan kayu.

Saat berjalan di atas area skywalk, sebaiknya Anda ekstra hati-hati dengan ranting pohon. Pasalnya, pihak pengelola tetap membiarkan pepohonan tumbuh subur tanpa menebangnya. Setelah berjalan sepanjang 500 meter, Anda akan sampai di puncak Skywalk Cantigi. Dari puncak ini Anda dapat menikmati landscape pemandangan Kawah Putih dari ketinggian.

7. Kuda Tunggang Dan Delman

Bagi Anda yang tak ingin capai berjalan ke Tebing Sunan Ibu, kini tersedia kuda dan delman wisata. Sepanjang perjalanan, sepertinya Anda akan dimanjakan dengan pemandangan pepohonan hijau.

Baca Juga :

Fasilitas Yang Tersedia Di Kawah Putih Ciwidey Bandung

Sebagai destinasi wisata unggulan Bandung Selatan, Kawah Putih dilengkapi dengan fasilitas lengkap. Di sana sudah terdapat pusat informasi, mushola, lapak-lapak penjual makanan / restoran, toilet, area parkir luas, dan kendaraan ontang-anting untuk membawa wisatawan dari parkir bawah ke lokasi kawah.

Kawah Putih punya dua area parkir, yaitu parkir atas dekat kawah dan parkir bawah di dekat pintu gerbang masuk. Biasanya, mobil pribadi bisa langsung masuk hingga parkir atas tapi tarifnya sepertinya lebih mahal dari pada parkir bawah. Jika Anda parkir kendaraan di tempat parkir bawah, maka selanjutnya Anda harus naik ontang-anting (mini bus terbuka) untuk menuju lokasi kawah dengan tarif tertentu.

Harga Tiket Masuk Dan Jam Buka Kawah Putih Ciwidey Bandung

Harga tiket masuk ke Kawah Putih Ciwidey Bandung Selatan terbilang lumayan mahal, namun sebanding dengan keindahan yang akan Anda dapatkan. Untuk wisatawan lokal, harga tiket masuknya bisa mencapai Rp.35.000,- sudah termasuk naik ontang-anting. Untuk jam buka operasional normalnya mulai pukul 07.00 – 17.00 WIB (tergantung kondisi cuaca). Berikut daftar lengkap harga tiket masuk, tarif wahana, dan parkir kawasan Kawah Putih Bandung :

  • Harga Tiket Masuk Wisatawan Lokal : Rp.25.000,-
  • Harga Tiket Masuk Wisatawan Mancanegara : Rp.75.000,-
  • Ontang – Anting : Rp.20.000,-
  • Dermaga Apung / Dermaga Ponton / Jembatan Ponton : Rp.10.000,-
  • Skywalk Cantigi : Rp.10.000,-
  • Tebing Sunan Ibu (lokasi melihat sunrise) : Rp.10.000,-
  • Foto Prewedding : Rp.500.000,-
  • Pengambilan Gambar Video Syuting Film : Rp.3.000.000,-
  • Jasa Lingkungan Area Parkir Atas (Mobil Roda 4) : Rp.150.000,-
  • Parkir Bawah Roda 2 (Motor) : Rp.5.000,-
  • Parkir Bawah Roda 4 : Rp.10.000,-
  • Parkir Bawah Roda 6 (Bus) : Rp.25.000,-

Harga tersebut bisa berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, bagi Anda yang akan liburan ke sana atau pun akan melakukan pengambilan video / foto, sebaiknya menghubungi pihak pengelola terlebih dahulu untuk memastikan tarif yang harus dibayar.

Lokasi / Alamat Dan Rute Jalan Menuju Ke Kawah Putih Ciwidey Bandung

Lokasi / Alamat Kawah Putih terletak di Sugihmukti, Kec. Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Propinsi Jawa Barat. Keberdaannya cukup dekat dengan Ranca Upas dan Situ Patenggang. Untuk rute jalan yang bisa ditempuh menuju ke sana, Anda dapat memakai angkutan umum atau pun kendaraan pribadi.

Jika memakai transportasi umum, Anda dapat memulai perjalanan dari Terminal Leuwi Panjang. Dari terminal ini, Anda naik bus atau mini bus jurusan Bandung – Ciwidey hingga berhenti di Terminal Ciwidey. Dari Terminal Ciwidey, kemudian Anda naik angkot jurusan Ciwidey – Situ Patengang berwarna kuning dan turun di pintu gerbang Kawah Putih. Dari gerbang tersebut, Anda tinggal naik ontang-anting menuju ke puncak kawah.

Bagi Anda yang menggunakan kendaraan pribadi, bisa melalui jalan Tol Soreang Pasir Koja, lalu keluar menuju ke Jalan Raya Soreang – Ciwidey. Di sana sepertinya sudah banyak papan petunjuk arah ke area kawah. Agar lebih jelas, Anda bisa melihat gambar peta lokasi dari Google Map berikut :

Penginapan Yang Terdapat Di Sekitar Kawah Putih Ciwidey Bandung

Buat Anda yang ingin mendapatkan moment pagi di Kawah Putih, ada baiknya bermalam di kawasan Ciwidey. Ada beberapa penginapan di sekitar Kawah Putih yang bisa Anda jadikan sebagai tempat istirahat sejenak sebelum naik ke puncak kawah, yaitu :

  • Patuha Resort, Jl. Situ Patengan KM 8, Lebakmuncang, Kec. Ciwidey, Bandung, Jawa Barat.
  • Cimanggu Cottage, Jl. Raya Ciwidey – Rancabali KM 12, Patengan, Kec. Rancabali, Bandung, Jawa Barat.
  • eMTe Highland Resort, Jl. Raya Ciwidey – Rancabali KM 11, Patengan, Kec. Rancabali, Bandung, Jawa Barat.
  • Saung Gawir, Jl. Raya Ciwidey – Rancabali KM 6, Alamendah, Kec. Rancabali, Bandung, Jawa Barat.

Tips Berkunjung Ke Kawah Putih Ciwidey Bandung

Liburan ke Kawah Putih memang tampak menyenangkan bisa menghilangkan penat akibat rutinitas sehari-hari. Namun, jika Anda tak mempersiapkannya, bisa jadi malah menjadi masalah baru bagi Anda. Nah, agar kunjungan Anda ke sana berjalan lancar dan nyaman, ada baiknya Anda membaca tips wisata sederhana berikut.

  • Datanglah saat pagi. Waktu terbaik menikmati Kawah Putih adalah ketika pagi hari dimana cahaya matahari mulai naik ke atas. Cahaya matahari yang menyapu air danau secara perlahan akan menimbulkan kesan indah. Selain itu, berangkat pagi juga ada beberapa keuntungan lain seperti terhindar dari macet di jalan, punya waktu lebih banyak, dan bebas berfoto karena masih sepi pengunjung.
  • Siapkan masker dari rumah. Seperti halnya Gunung Tangkuban Perahu, aroma belerang di sekitar Kawah Putih juga cukup menyengat. Oleh karena itu, Anda harus memakai masker saat mengeksplorenya agar lebih nyaman dalam bernafas.
  • Datanglah saat cuaca cerah. Kawah Putih bagus dikunjungi saat musim kemarau sekitar bulan Maret – Agustus. Namun, ada baiknya Anda mengecek situasi terkini status kondisinya sebelum datang ke sana. Kadangkala saat musim kemarau terjadi kebakaran hutan.
  • Pakailah pakaian dan alas kaki yang nyaman dan memudahkan dalam bergerak. Di area objek wisata, Anda akan cenderung banyak bergerak karena kontur tanahnya berupa perbukitan.
  • Bawalah Jaket / Pakaian Hangat mengingat suhu udara di sana cukup dingin, sekitar 10 – 15 derajat celcius.
  • Meskipun suhu udaranya dingin, namun ketika siang hari ada baiknya Anda memakai penutup kepala untuk melindungi dari panas matahari karena tak cukup banyak ruang berteduh di sana.
  • Bawalah bekal makanan dan minuman secukupnya agar lebih hemat.
  • Jika datang musim hujan, sediakan payung dan jas hujan.
  • Agar terhindar dari pungli, Anda bisa menanyakan lokasi parkir resmi kepada petugas yang berjaga di sana.
  • Persiapkan kondisi fisik secara prima agar bisa menjelajahi setiap spot yang ada di sana.
  • Usahakan tidak terlalu lama berada di area kawah mengingat bau belerangnya begitu menyengat.
  • Persiapkan kondisi kendaraan secara baik, cek rem, ban, mesin, lampu, dan lainnya sehingga layak jalan.
  • Jika ingin mendapatkan suasana lebih nyaman, maka Anda harus menghindari kunjungan pada hari libur / weekend karena biasanya ramai pengunjung. Datanglah pada saat weekday ketika pengunjung tak begitu ramai.

Demikianlah review singkat tentang Kawah Putih Bandung mulai dari sejarah, fakta unik, wahana spot foto keren, fasilitas, harga tiket masuk, hingga rute jalan menuju ke sana. Bagi sobat traveler yang kebetulan sudah pernah mengunjunginya, bisa berbagi pengalaman melalui kolom komentar. Sekian dari saya, terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.