57 Makanan Dan Minuman Enak Khas Jogja Yang Terkenal Wajib Dicoba

0 446

Makanan Khas Jogja – Bingung mencari makanan enak di Kota Yogyakarta? Ini daftar rekomendasi makanan dan minuman enak khas Jogja yang terkenal wajib dicoba. Dari mulai jajanan tradisional, camilan hits, kuliner legendaris, hingga oleh-oleh unik ada semua di sini. Harganya pun beragam, ada yang murah-meriah alias murmer maupun lumayan mahal tapi tetap terjangkau.

Siapa seh yang tak kenal Jogja? Kota Pelajar ini selalu menjadi incaran para wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan. Masyarakat di sana sungguh ramah, suasananya pun nyaman buat jalan-jalan. Ada banyak pilihan destinasi wisata Yogyakarta yang bisa dikunjungi seperti pantai, keindahan alam, museum, candi, taman bermain, waterpark, spot selfie, festival budaya, gedung bersejarah, atau pun pusat perbelanjaan.

Bukan hanya tempat wisatanya, beragam makanan lezat pun bisa Anda nikmati di kota ini. Yogyakarta merupakan surganya kuliner autentik tradisional legendaris dan kekinian yang menggoyang lidah. Cita rasanya yang unik, bakal membuat Anda kangen ingin mencicipinya lagi. Kira-kira ada makanan khas apa saja ya? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Daftar Makanan Dan Minuman Enak Khas Jogja Yang Terkenal Wajib Dicoba

1. Gudeg

Makanan-Khas-Jogja
Gambar ilustrasi Makanan Khas Jogja : Gudeg

Makanan khas Jogja pertama yang wajib dicoba tentu saja Gudeg. Belum ke Yogyakarta namanya jika tak mencicipi ikon kuliner Jogja bercita rasa manis ini. Gudeg sendiri terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan selama berjam-jam hingga berwarna cokelat.

Seporsi gudeg biasanya disajikan bersama nasi putih, krecek, kuah areh, beserta lauk pendamping seperti telur, tempe, tahu, atau daging ayam (ayam suwir, paha, rempelo ati, dada, sayap, ceker, serta kepala). Buat Anda yang terlalu suka manis, bisa mencicipi gudeg mercon dengan rasa pedas. Harga gudeg sendiri bervariasi, dari murah hingga mahal, tergantung lauk.

Tak terlalu sulit menemukan gudeg di Jogja. Pasalnya, hampir setiap sudut kota dari pagi, siang, hingga malam dini hari banyak sekali penjual gudeg yang menggelar lapaknya. Beberapa warung Gudeg Jogja yang terkenal enak dan legendaris antara lain Gudeg Yu Djum, Gudeg Pawon, Gudeg Permata, Gudeg Djuminten, Gudeg Bu Tjitro 1925, Gudeg Bromo, Gudeg Mercon Bu Tinah, dan sebagainya.

2. Sate Klatak / Sate Klathak

Sate Klatak / Sate Klathak merupakan makanan khas daerah Pleret, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta. Sate ini terbuat dari daging kambing muda dengan ukuran potongan daging lebih besar dari pada sate kambing pada umumnya. Tusuk satenya pun tak memakai bambu, melainkan menggunkan jeruji besi sepeda.

Bumbu Sate Klatak hanya memakai garam sehingga tampak polos, tanpa kecap atau pun sambal kacang. Seporsi Sate Klatak biasanya terdiri dari 2 buah tusuk sate lalu disajikan bersama kuah gulai kaya rempah. Penggunaan jeruji besi ternyata membuat daging bagian dalam lebih matang karena besi sebagai penghantar panas yang baik. Tak heran, tekstur dagingnya begitu empuk saat digigit.

Ada cukup banyak penjual sate jenis ini. Namun, bila ingin mencicipinya, sebaiknya datang ke warung Sate Klathak paling enak di Jogja yaitu Sate Klathak Pak Pong dan Sate Klathak Pak Bari Pasar Wonokromo. Harga seporsinya sekitar 24 ribu rupiah (2 tusuk sate).

3. Bakmi Jawa

Selain Gudeg dan Sate Klatak, ada satu lagi makanan khas Jogja yang cukup populer, yaitu Bakmi Jawa / Bakmi Jowo. Seporsi Bakmi Jawa pada umumnya berisi mie kuning, bihun, telor bebek, suwiran daging ayam, potongan kol / kubis, irisan tomat, acar timun, dan taburan bawang goreng. Ada 2 variasi Bakmi Jawa, yaitu bakmi rebus (bakmi godog) dan bakmi goreng.

Bakmi ini biasanya dimasak dengan cara direbus atau digoreng di atas bara api arang dalam anglo (tungku tanah liat) sehingga cita rasanya sungguh sedap. Cita rasa bakminya enak dan gurih, bagi yang suka pedas bisa menambahkan irisan cabe rawit ke dalamnya.

Tak sulit mencari penjual bakmi, begitu malam tiba maka warung Bakmi Jawa akan segera buka disetiap sudut Kota Yogyakarta. Harganya bervariasi, antara 13 – 30 ribu rupiah, tergantung penjualnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda tanyakan dulu harga seporsinya sebelum membeli / makan.

Beberapa warung Bakmi Jawa enak di Jogja yang terkenal antara lain : Bakmi Mbah Gito, Bakmi Djawa Mbah Hadi, Bakmi Jawa Mbah Mo, Bakmi Pak Pele, Bakmi Kadin, dan lainnya. Selain bakmi, biasanya tersedia juga menu lain seperti nasi goreng, magelangan (nasi campur mie lalu digoreng), maupun cap cay rebus / goreng.

4. Mie Lethek

Sesuai namanya, Mie Lethek (lethek = kotor) memiliki warna keruh kecokelatan. Hal ini tentu saja karena bahan dasar pembuatannya berasal dari tepung singkong dan gaplek (singkong kering). Cara pembuatan Mie Lethek masih sangat tradisional memakai alat penggiling berbentuk silinder besar lalu ditarik oleh sapi.

Mie Lethek dikenal sebagai makanan khas Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta. Tekstur mienya mirip dengan bihun, hanya warnanya saja yang berbeda cenderung lebih gelap dan ukurannya lebih besar. Mie Lethek biasanya dimasak dengan cara direbus atau pun digoreng seperti halnya Bakmi Jawa.

Meskipun penampilannya agak kotor, namun cita rasa mienya terbilang enak. Kabarnya, mantan Presiden AS Barack Obama juga pernah mencicipi Mie Lethek saat berkunjung ke Bantul. Ada beberapa warung Mie Lethek enak di Yogyakarta yang bisa Anda sambangi, yaitu Mie Lethek Bantul Mbah Mendes, Mi Lethek Kang Sum, Mi Lethek Pak Sur, Resto Bumi Langit, dan Bakmi Lethek Sor Pring.

5. Bakpia

Siapa seh tak kenal dengan makanan khas Jogja bernama bakpia? Kue kering berbentuk bulat pipih dari tepung terigu berisi kacang hijau ini sangat populer sebagai oleh oleh khas Yogyakarta. Cita rasanya gurih, asin, dan manis sehingga cocok untuk dijadikan camilan saat bersantai.

Saat ini, banyak produsen bakpia yang sudah melakukan variasi rasa / isian bakpia. Bukan hanya berisi kacang hijau, Anda juga bisa menikmati bakpia isi keju, susu, nanas, cokelat, durian, kumbu hitam, kopi, green tea, capuccino, abon, tuna pedas, dan blueberry cheese.

Ada banyak sekali merek bakpia Jogja yang beredar dipasaran dengan ciri khas berbeda-beda. Beberapa merek bakpia terkenal antara lain Bakpia Pathok 25, Bakpia Kurnia Sari, Bakpia Patuk 75, Bakpia Pojok, Bakpia Mutiara, Bakpiaku, Bakpia Djava, dan Bakpia Kukus Tugu Jogja.

6. Kipo

Kipo merupakan jajanan khas Kotagede Yogyakarta yang terbuat dari adonan tepung ketan berbentuk pipih dan diberi isian enten-enten (campuran parutan kelapa dan gula jawa). Kipo biasanya berwarna hijau berukuran kecil-kecil. Jajanan legendaris ini dimasak secara tradisional dengan dipanggang beralaskan daun pisang.

Makanan khas Jogja bernama Kipo ini memiliki tekstur kenyal dan cita rasa manis. Untuk menikmati Kipo, Anda bisa mencarinya di kawasan Kotagede atau pun pasar-pasar tradisional. Harganya sangat murah meriah, per bungkus (isi 5 buah) sekitar 2 – 3 ribu rupiah.

7. Lupis

Lupis / Lopis terbuat dari beras ketan yang dibungkus daun pisang, biasanya berbentuk lontong lalu dipotong-potong. Ada juga lupis yang berbentuk segitiga kecil. Kue Lupis biasanya disajikan dengan kelapa parut lalu disiram gula aren / gula Jawa cair pada bagian atasnya. Tekstur kue tradisional ini lengket, cita rasanya gurih dan manis.

Belum diketahui pasti asal kue Lupis, tapi makanan khas Indonesia ini ditemukan hampir disemua daerah Pulau Jawa. Beberapa penjual Lupis paling enak di Jogja adalah Lupis Mbah Satinem, Lupis Bu Suharti Pasar Lempuyangan, Lupis Mbah Hadi, dan lainnya.

8. Cenil

Jajanan tradisional khas Jogja yang legendaris berikutnya adalah cenil. Terbuat dari tepung sagu atau pati singkong, cecil mempunyai tekstur kenyal lengket. Bentuknya bulat / kotak kecil berwarna-warni dan dimasak dengan cara direbus dalam air. Cenil disajikan bersam parutan kelapa lalu ditaburi gula pasir / gula bubuk.

Tak hanya di Jogja, cenil juga bisa Anda temukan di daerah lain Pulau Jawa. Biasanya dijajakan para penjual di dalam pasar tradisional. Bila ingin menikmati cenil enak di Jogja, Anda bisa menyambangi Cenil Mbah Satinem, Mbah Hadi, atau pun Bu Suharti Pasar Lempuyangan.

9. Gatot

Gatot adalah makanan khas Gunung Kidul Yogyakarta yang terbuat dari gaplek (ketela pohon yang dikeringkan). Dulu, kabarnya Gatot dimakan sebagai pengganti nasi oleh masyarakat di sana. Gatot memiliki cita rasa tawar, biasanya disajikan dengan cara dicampur bersama parutan kelapa.

10. Tiwul

Selain Gatot, ada satu lagi makanan khas daerah Gunung Kidul yang wajib dicoba, yaitu Tiwul. Sama seperti Gatot, Tiwul juga berbahan baku berupa gaplek (singkong kering). Bedanya, Gatot berbentuk irisan tipis-tipis gaplek, sedangkan Tiwul dibuat dengan menumbuk gaplek hingga halus, kemudian dikukus.

Tiwul disajikan bersama parutan kelapa. Teksturnya terasa pulen dengan cita rasa manis. Biasanya, tiwul dijual satu paket dengan gatot, cenil, dan lupis. Anda bisa menemukan tiwul di pasar-pasar tradisional, lapak Mbah Hadi atau pun Bu Suharti Pasar Lempuyangan. Jika ingin mendapatkan tiwul Jogja yang terkenal enak, maka Anda harus datang ke warung Thiwul Ayu Mbok Sum dan Gathot Thiwul Yu Tum.

11. Yangko

Yangko terbuat dari tepung ketan berbentuk kotak dengan taburan tepung gula. Makanan khas Jogja ini memiliki tekstur kenyal mirip kue moci. Cita rasa Yangko cenderung manis dengan varian rasa bermacam-macam, mulai dari kacang, strawberry, durian, dan melon. Yangko banyak ditemukan di daerah Kotagede dan pusat / toko oleh-oleh Yogyakarta.

12. Geplak

Makanan khas Bantul Yogyakarta bernama Geplak ini terbuat dari parutan kelapa dan gula pasir / gula Jawa. Bentuknya bulat-bulat tapi tidak rata dengan warna bermacam-macam, seperti merah, hijau, cokelat, kuning, atau putih. Oleh karena terbuat dari gula, maka rasanya cenderung manis.

13. Oseng-Oseng Mercon

Hampir semua makanan di Kota Yogyakarta bercita rasa manis. Bagi Anda yang berasal dari daerah dengan ciri khas masakan asin pedas, tentu hal ini akan menjadi sedikit masalah. Namun, Anda tak usah kuatir karena ada satu makanan khas Jogja yang bercita rasa super pedas, yaitu Oseng-Oseng Mercon.

Oseng-Oseng Mercon terbuat dari tetelan (potongan kecil daging sapi), koyor, kikil, gajih, potongan cabai rawit dan bumbu lainnya. Jumlah cabai yang digunakan tak tanggung-tanggung sehingga menimbulkan sensasi rasa sangat pedas.

Salah satu penjual Oseng-Oseng Mercon yang terkenal adalah Bu Narti, warungnya terletak di Jl. KH. Ahmad Dahlan, Ngampilan, Kota Yogyakarta. Jam buka mulai pukul 17.00 – 00.00 WIB. Selain Oseng-Oseng Mercon, menu yang ditawarkan berupa ayam, lele, bebek, burung dara, puyuh baik goreng maupun bakar.

Harga makanannya terbilang mahal buat sekelas warung kaki lima. Meskipun demikian, warung Bu Narti cukup recommended dijadikan pilihan makan malam di Jogja bagi para pecinta pedas. Tak hanya Bu Narti, di kawasan Jl. KH. Ahmad Dahlan juga terdapat warung Oseng-Oseng Mercon lainnya seperti Oseng Mercon Pak Tony dan Oseng Mercon 62.

14. Cokelat Monggo

Tak harus jauh-jauh pergi ke Swiss atau Belgia untuk menikmati sepotong cokelat nan lezat. Pasalnya, Kota Yogyakarta ternyata punya cokelat khas yang begitu lezat, namanya Cokelat Monggo. Namanya memang belum begitu populer, namun cita rasanya berani diadu dengan cokelat Eropa.

Untuk mencicipi Cokelat Monggo, Anda bisa langsung menuju rumah produksinya di Jl. Dalem KG III No.978, Purbayan, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta. Lokasinya cukup dekat dengan Makam Raja-raja Mataram Kota Gede. Di rumah produksi ini, Anda bisa menyaksikan langsung para pegawai yang sedang membuat cokelat.

Ukuran Cokelat Monggo ada 3 macam, yaitu ukuran kecil 40 gram, ukuran sedang 80 gram, dan ukuran besar 100 gram. Untuk varian rasanya cukup banyak, mulai dari kacang mete, pineapple, strawberry, green tea, durian, kurma, mangga, kopi, coconut, cabai, susu, hingga dark. Harganya bervariasi sekitar 25 – 55 ribu rupiah per buah.

15. Belalang Goreng / Walang Goreng

Ingin mencoba makanan khas Jogja yang ekstrim? Datang saja ke Gunung Kidul, Anda akan menemukan kuliner unik berupa Belalang Goreng / Walang Goreng. Rasanya gurih dan kabarnya kaya akan protein sehingga bisa sebagai pengganti lauk pauk ayam atau ikan.

Ada cukup banyak penjual Belalang Goreng, satu diantaranya adalah Walang Goreng Pak Gareng di Jalan Dharmakum dharmakusuma Selang 1 Kel, Selang V, Selang, Kec. Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat lain yang biasanya menjajakan camilan ini yaitu daerah Paliyan, Semanu, dan Wonosari.

16. Sego Godog / Nasi Godog

Sego Godog / Nasi Godog artinya nasi rebus. Kuliner unik ini memang agak asing ditelinga, tapi bagi warga Jogja dan Magelang, mungkin menjadi hal biasa. Ternyata, olahan nasi bukan hanya digoreng, melainkan bisa juga direbus menjadi hidangan lezat.

Sego Godog ini pada prinsipnya hampir sama dengan Bakmi Jawa. Perbedaannya terletak bahan baku mie kuningnya yang diganti dengan nasi. Apakah tidak menjadi bubur jika nasi direbus? Tentu saja tidak, karena merebusnya tak terlalu lama.

Seporsi Sego Godog berisi nasi, bihun, irisan tomat, kol, daun bawang, suwiran daging ayam, potongan cabai, kuah kental, dan taburan bawang goreng. Cita rasanya gurih dan lezat nendang di lidah. Salah satu warung nasi godog enak di Jogja adalah Nasi Godog Pak Pethel. Lokasinya berada di gaglik, Pendowoharjo, Kec. Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jam buka mulai pukul 19.00 – 00.00 WIB.

17. Sate Kere

Bukan hanya dikenal sebagai kuliner khas Solo Jawa Tengah, Sate Kere juga cukup populer di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Istilah “Kere” sendiri berarti gelandangan, miskin, atau tak punya uang. Nah, pada jaman dulu, sate termasuk hidangan mewah yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan menengah ke atas.

Pada akhirnya, kalangan menengah ke bawah membuat olahan sate tersendiri dengan bahan baku murah meriah. Sate inilah yang disebut Sate Kere. Berbeda dengan Sate Kere Solo yang memakai tempe gembus, Sate Kere khas Jogja menggunakan bahan dasar jeroan sapi (bagian koyor atau lemak yang menempel pada daging).

Beberapa spot penjual Sate Kere enak di Jogja antara lain : Sate Kere Pasar Beringharjo, Sate Kere Kotagede, Sate Kere Kupat Sayur ” Pak Mardi “, dan Sate Kere Mbak Dina. Meskipun sederhana, cita rasa Sate Kere terbilang istimewa. Teksturnya empuk, kenyal, gurih, dan manis.

18. Jadah Tempe

Jadah Tempe merupakan makanan tradisional khas Kabupaten Sleman Yogyakarta. Jadah sendiri terbuat dari ketan rebus yang ditumbuk menjadi halus. Di tempat lain, jadah biasanya dikenal dengan nama gemblong ketan. Jadah disajikan bersama dengan lauk berupa tempe bacem atau tahu bacem. Oleh karena itu, makanan ini populer dengan sebutan Jadah Tempe.

Jadah sendiri bercita rasa gurih, sedangkan tempe dan tahunya cenderung manis karena dibacem. Untuk mencicipi Jadah Tempe, Anda bisa pergi ke kawasan wisata Kaliurang di kaki Gunung Merapi. Di sana, banyak penjual yang menjajakan makanan tersebut. Jika ingin praktis, Anda bisa langsung ke warung Jadah Tempe Jadah Tempe Mbah Carik di Jl. Kaliurang KM.12,5 Yogyakarta.

19. Mie Penthil / Mie Pentil

Selain Mie Lethek, Kawasan Bantul juga punya mie khas lainnya yaitu Mie Penthil atau Mie Pentil. Nama mie ini kabarnya diambil dari nama penutup lubang angin pada ban sepeda yang disebut pentil. Mungkin karena bentuk mienya kecil mirip pentil sepeda, maka dinamakan Mie Pentil.

Mie Pentil biasanya terdiri dari 2 warna, yaitu kuning dan putih. Tekstur mienya benar-benar kenyal mirip pentil sepeda yang terbuat dari karet. Rasanya enak dan gurih, apalagi ditambah taburan bawang goreng serta sambal, hmmm… sungguh sangat menggugah selera.

Untuk menemukan Mie Pentil, Anda bisa pergi ke daerah Pundong Bantul atau pun menjelajahi pasar-pasar tradisional di Bantul. Jika ingin praktis, langsung saja ke Pasar Beringharjo, disana ada beberapa penjual mie yang terbuat dari tepung tapioka ini.

20. Mie Des

Satu lagi mie khas Pundong Kabupaten Bantul Yogyakarta yang wajib dicoba, yaitu Mie Des. Bahan baku pembuatan mie ini berasal dari tepung ketela / tapioka. Ukuran mienya lebih besar dari pada mie pada umumnya. Mie Des sendiri merupakan singkatan dari Mie Pedes atau Mie Pedas.

Mie Des biasanya dimasak dalam bentuk goreng atau rebus. Jika dilihat sekilas, Mie Des memang mirip dengan Bakmi Jawa. Namun, cita rasa dan bahannya sungguh berbeda. Mie Des tak memakai suwiran daging ayam, tapi menggunakan udang kering atau ebi sehingga lebih sedap.

Untuk bahan campuran lainnya hampir sama dengan Bakmi Jawa, ada irisan kol, telor, serta daun bawang. Rasa Mie Des cenderung gurih dan pedas karena ada tambahan cabai kering. Tekstur mienya kenyal, seperti halnya Mie Pentil. Bagi Anda yang tak suka pedas, bisa memesan Mie Des tanpa cabai kepada penjual.

Baca Juga :

21. Entok Slenget Kang Tanir

Makanan khas Jogja selanjutnya adalah Entok Slenget. Selama ini, daging entok jarang ada yang mengolahnya karena memiliki tekstur daging lebih kasar dan alot dari pada daging ayam dan bebek. Namun, di warung Kang Tanir, daging entok diolah menjadi hidangan lezat nan empuk menggoyang lidah.

Jika dilihat sepintas, Entok Slenget ini mirip seperti semur atau tongseng dengan kuah pekat tanpa santan. Cita rasa masakannya terbilang pedas dengan tekstur daging begitu empuk. Seporsinya berisi potongan-potongan dadu daging entok yang telah diungkep dan dimasak bersama rempah, kecap, serta cabai rawit.

Warung Entok Slenget Kang Tanir terletak di Jl. Pakem – Turi, Pules Lor, Donokerto, Kec. Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jam buka mulai pukul 16.00 – 20.45 WIB (Selasa Tutup). Dalam sehari, kabarnya di sana bisa menghabiskan 12 – 15 ekor entok. Cukup banyak, bukan?

22. Tongseng Kambing

Tongseng merupakan makanan khas Indonesia yang terkenal di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Setiap warung sate kambing, biasanya menyediakan juga olahan tongseng. Seporsi tongseng secara umum berisi potongan daging kambing, kol, bawang putih, tomat, air kaldu, dan dibumbui garam, bawang putih, kecap, potongan cabai (jika ingin pedas), dan lada.

Cita rasa tongseng berupa gurih, manis, dan pedas. Mirip seperti gule kambing tapi memiliki aroma lebih tajam. Beberapa penjual Tongseng Kambing enak di Jogja antara lain Tongseng Pak Kribo, Tongseng Warung Sate Klathak Pak Pong, Tongseng Warung Sate Klathak Pak Bari, Tongseng Warung Sate Pak Syamsuri, dan sebagainya.

23. Tongseng Ayam

Selain Tongseng Kambing, Yogyakarta juga punya olahan Tongseng Ayam super enak. Untuk mencicipinya, Anda bisa menjelajahi daerah Bantul karena di sana punya warung Tongseng Ayam yang terkenal recommended. Kelezatan tongseng daging ayam kampunya sungguh lezat dan bikin nagih.

Warung Tongseng Ayam tersebut antara lain Tongseng Ayam Moro Seneng, Tongseng Ayam Sudimoro, dan Tongseng Ayam Kampung Pasar Pleret. Sama seperti Tongseng Kambing, cita rasa Tongseng Ayam berupa gurih, manis, dan pedas. Bagi yang tak suka pedas, bisa memesan tanpa cabai kepada penjual saat memasaknya.

24. Tengkleng Kambing

Tengkleng adalah masakan berbahan tulang kambing yang masih ada dagingnya dengan kuah santan kaya akan rempah seperti gule. Jenis tulang kambing untuk tengkleng biasanya bagian tulang rusuk (iga) dan tulang belakang.Pada umumnya, setiap warung sate kambing menyediakan menu lengkap dari sate, tongseng, dan tengkleng.

Salah satu warung tengkleng paling enak di Jogja adalah Tengkleng Gajah. Lokasinya di Jl. Kaliurang, Gantalan, Minomartani, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Meskipun memakai nama gajah, bukan berarti warung ini menyajikan tengkleng daging gajah lho, melainkan tetap daging kambing. Disebut Tengkleng Gajah karena porsi tengklengnya cukup banyak / besar.

25. Brongkos

Brongkos merupakan masakan berkuah santan dengan warna cokelat kehitam-hitaman mirip dengan rawon. Isiannya berupa daging sapi, koyor, tahu, telur, dan kacang tolo. Cita rasa kuahnya gurih, manis, dan kaya akan rempah sehingga cukup banyak orang menyukainya.

Brongkos biasanya disantap dengan nasi putih sebagai menu sarapan atau pun makan siang beserta lauk pelengkap seperti telur asin, tempe bacem, maupun keripik tempe. Ada cukup banyak tempat makan di Jogja yang menyediakan menu Brongkos, antara lain : Warung Brongkos Handayani, Brongkos Warung Ijo Bu Padmo, Warung Es Teler & Brongkos Soekonandi, dan Brongkos Ngasem Bu Rini.

26. Jenang

Apa seh Jenang itu? Jenang termasuk salah jajanan tradisional jadul berbentuk bubur manis atau pun gurih yang masih cukup eksis hingga sekarang. Ada berbagai macam jenis jenang, yaitu jenang sumsum putih (gurih), jenang sumsum cokelat / manis, jenang mutiara, jenang candil, jenang gempol, jenang ketan hitam, dan sebagainya.

Jenang disajikan bersama santan kepala sehingga menghasilkan cita rasa gurih dan manis. Para penjual jenang enak di Jogja antara lain Jenang Bu Gesti, Jenang Pasar Bringharjo Bu Darmini, dan Jenang 8 Rasa Pasar Kranggan. Harganya yang murah meriah dan bikin kenyang, membuat makanan ini menjadi incaran banyak orang.

27. Kue Leker

Selain Jenang, ada satu lagi satu jajanan tradisional jadul yang masih cukup populer yaitu Kue Leker. Istilah leker sendiri berasal dari bahasa Belanda berupa “Lekker” artinya “enak”. Konon, kue ini dibuat sebagai versi ekonomis / murah dari pancake jaman Belanda.

Kue Leker dibuat dari adonan tepung terigu dan tepung beras, lalu dituang pada wajan di atas bara api. Mirip seperti membuat martabak, hanya saja adonannya sangat tipis. Untuk isiannya cukup bervariasi, ada keju, cokelat, pisang, susu, atau pun kombinasi toping-toping tersebut.

Tekstur Kue Leker begitu renyah dengan cita rasa manis gurih sehingga cocok buat camilan. Spot penjual Kue Leker enak di Jogja ada di sekitar Alkid (Alun-Alun Kidul) dan sepanjang jalan Urip Sumoharjo. Harganya cukup murah meriah, sekitar 3 – 5 ribu rupiah sudah bisa mencicipi kue kering ini.

28. Peyek Tumpuk

Rempeyek atau peyek adalah sejenis gorengan berbahan baku tepung beras lalu diberi bumbu dengan isian kacang tanah atau kedelai. Rasanya yang renyah dan gurih membuat makanan ini disukai untuk camilan.

Kabupaten Bantul Yogyakarta mempunyai peyek khas bernama Peyek Tumpuk. Berbeda dengan peyek pada umumnya yang berbentuk tipis, Peyek Tumpuk berbentuk gumpalan bertumpuk-tumpuk. Meskipun bertumpuk-tumpuk, cita rasa peyeknya tetap renyah, enak, dan gurih.

Kelezatan Peyek Tumpuk tentu tak lepas dari penggunaan bakan baku, bumbu, dan proses pembuatannya yang memakan waktu hingga 3 kali penggorengan. Untuk bumbunya sendiri, kabarnya memakai ketumbar, bawang , kemiri, garam, santan dan telur. Jika ingin membeli peyek ini, Anda bisa langsung ke tokonya di Sumuran, Taskombang, Palbapang, Kec. Bantul, Kab. Bantul, D.I. Yogyakarta.

29. Keripik Belut

Sesuai namanya, Keripik Belut terbuat dari belut dan tepung yang diberi bumbu lalu digoreng. Cita rasanya gurih, asin, renyah, dan enak buat camilan. Keripik Belut dikenal sebagai makanan khas daerah Godean Yogyakarta. Anda bisa membelinya di Pasar Godean atau Pasar Kuliner Belut Godean. Di sana terdapat lapak-lapak penjual keripik tersebut.

30. Kue Mochi

Selama ini, kue mochi / moci dikenal sebagai kue khas Jepang yang terbuat dari beras ketan berbentuk bulat. Teksturnya lengket, lembut, dan kenyal saat dimakan. Di Indonesia sendiri, mochi banyak diproduksi di daerah Sukabumi Jawa Barat. Di sana, Anda bisa menemukan kue mochi dengan cita rasa lezat bertabur tepung sagu dengan isian kacang.

Ternyata, Kota Yogyakarta juga punya kue mochi khas lho. Setidaknya ada 2 mochi yang pernah saya cicipi di kota ini, yaitu moci potong Adirasa berisi kacang dan Mochi Sakura dengan isian beragam seperti keju, ice cream, green tea, cokelat, susu, dan lainnya.

31. Soto Ayam Lenthok

Soto merupakan hidangan khas Nusantara yang digemari banyak orang. Hampir setiap daerah di Indonesia punya soto khas dengan cita rasa berbeda-beda, tak kecuali Yogyakarta. Soto ayam khas Jogja punya ciri berupa adanya penambahan perkedel ketela bernama lenthok. Oleh karena itu, sotonya dikenal dengan sebutan Soto Ayam Lenthok.

Soto Lenthok biasanya punya kuah bening segar dengan isian nasi, bihun, potongan kubis / kol, seledri, suwiran daging ayam, lenthok, dan taburan bawang goreng. Rasa sotonya sendiri gurih dan enak buat sarapan pagi. Warung soto ayam paling enak di Jogja dengan sajian menu lenthok yaitu Soto Ayam Pak Gareng dan Soto Pak Yono Pasar Lempuyangan.

32. Kicak

Kicak terbuat dari beras ketan masak, lalu ditumbuk menjadi halus seperti jadah atau gemblong. Ketan yang sudah halus tersebut lalu dicampur dengan kelapa parut dan diberi potongan nangka sebagai pelengkap. Cita rasanya manis, aroma wangi buah nangkanya membuat semakin sedap.

Jajanan unik khas Kampung Kauman Yogyakarta ini kabarnya pertama kali dikenalkan pada tahun 1970an. Dulu, bahan dasar Kicak bukanlah beras ketan, melainkan singkong parut. Kicak biasanya dijajakan warga Kauman saat bulan Ramadhan tiba. Camilan manis seperti Kicak nampaknya cocok buat menu buka puasa.

33. Ayam Geprek

Siapa seh yang tak kenal dengan ayam geprek? Menu makanan yang hits beberapa tahun belakangan ini kian meluas diberbagai kota-kota besar Indonesia. Ayam Geprek merupakan ayam goreng tepung yang diulek bersama sambal. Cita rasanya pedas dan gurih, biasanya disajikan bersama nasi putih hangat.

Konon kabarnya, Ayam Geprek pertama kasli diciptakan oleh Ibu Ruminah di Kota Yogyakarta pada tahun 2013-an. Seiring berjalannya waktu, akhirnya banyak penjual yang ikut-ikutan menyajikan makanan khas Jogja tersebut sehingga tersebar ke daerah lain.

Saat ini, Ayam Geprek telah mengalami inovasi dengan penambahan toping seperti keju parut, keju mozarella, jamur, atau pun terong. Ada cukup banyak pilihan warung ayam geprek enak di Jogja untuk kulineran, antara lain Ayam Geprek Bu Rum, Ayam Geprek Bu Made, Ayam Geprek Preksu, Ayam Geprek Bensu, dan Ayam Geprek Sa’i.

34. Mangut Lele

Mangut Lele adalah masakan khas daerah Mataraman yang meliputi Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Kendal. Sesuai namanya, makanan khas Jogja ini berbahan dasar ikan lele asap atau lele goreng, lalu dimasak memakai bumbu mangut dengan tambahan kencur.

Warung Mangut Lele Jogja yang terkenal enak legendaris adalah Mangut Lele Mbah Marto. Cita rasa mangutnya sungguh gurih dan pedas. Lokasinya berada di Ngireng-ireng, Panggungharjo, Kec. Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jam buka mulai pukul 10.00 – 21.00 WIB.

35. Abangan

Abangan termasuk makanan khas Pundong, Kabupaten Bantul, Yogyakarta yang mirip dengan cap cay. Makanan ini terbuat dari parutan singkong yang digoreng, lalu dipotong kecil-kecil. Potongan tersebut kemudian dimasak memakai bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai, garam dan lainnya. Biasanya juga ditambahkan irisan wortel dan kubis.

Cita rasa Abangan berupa perpaduan rasa asam, pedas, manis dan gurih. Untuk menikmati Abangan, Anda bisa pergi ke Pasar Pundong Bantul. Harganya cukup murmer, sekitar 3 – 5 ribu rupiah sudah bisa mencicipinya.

36. Kue Adrem

Kue Adrem atau yang dikenal juga dengan nama Kue Tolpit / Tholpit merupakan jajanan unik khas Sanden, Bantul, Yogyakarta. Bahan dasarnya berupa tepung beras, kelapa parut, dan gula jawa, lalu digoreng. Kue ini memiliki rasa manis dengan sedikit rasa gurih. Penjual Kue Adrem biasanya mangkal di pasar-pasar tradisional kawasan Bantul.

37. Sawut

Sawut terbuat dari parutan singkong dan gula jawa, keduanya dicampur lalu dikukus. Setelah matang, Sawut disajikan dengan parutan kelapa di bagian atasnya. Jajanan pasar tradisional khas Yogyakarta ini memiliki cita rasa manis dan gurih.

38. Lotek

Lotek sebenarnya termasuk makanan khas Jawa Barat, akan tetapi cukup populer juga di kawasan Kota Yogyakarta. Jika dilihat sekilas, lotek mirip gado-gado tapi berbeda. Isian lotek pada umumnya berupa sayuran segar yang telah direbus seperti bayam dan kacang panjang, potongan lontong / ketupat, irisan kubis, irisan tomat, bakwan, lalu dicampur dengan sambal kacang.

Cita rasa lotek cenderung lebih manis dari pada gado-gado atau pun pecel. Untuk menambah rasa pedas, biasanya para penjual menambahkan cabai saat proses pembuatannya sesuai pesanan pembeli. Beberapa warung lotek enak di Jogja yang terkenal antara lain Lotek Teteg, Lotek Bu Ning, dan Lotek Bu Bagyo.

39. Sego Pecel

Mirip dengan Lotek, Sego Pecel atau Nasi Pecel juga berbahan baku sayuran hijau yang telah direbus dan sambal kacang. Seporsi Sego Pecel biasanya berisi nasi putih, kacang panjang, kecambah / tauge, mentimun, daun singkong, kecipir, daun kemangi, dan siraman sambal kacang.

Sebagai lauk pendamping, para penjual pecel pada umumnya menyediakan peyek / rempeyek, tempe, tahu, telor ceplok, telor asin, sate usus, sate telur puyuh, sate usus, dan ayam goreng. Asal mula pecel hingga saat ini belum begitu jelas dari mana karena banyak daerah yang mengklaimnya. Pecel populer sebagai makanan khas Jogja, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Di Kota Yogyakarta sendiri, kabarnya Sego Pecel sudah ada sejak jaman kerajaan dahulu kala. Salah satu warung pecel enak di Jogja yang terkenal legendaris adalah SGPC Bu Wiryo yang berdiri sejak tahun 1959. Namun, bila ingin menikmati pecel khas Jawa Timuran, Anda bisa mampir ke Pecel Pincuk Gumilang dan Pecel Bu Ramelan.

40. Sego Abang Lombok Ijo

Sesuai namanya, Sego Abang Lombok Ijo terdiri dari nasi merah (sego abang) dan sayur lodeh cabai hijau (lombok hijau). Sebagai pendamping, bisanya disertakan juga gudeg daun pepaya dan lauk pauk seperti ayam, tempe, tahu, empal, serta pepes ikan.

Kini, makanan khas Gunung Kidul Yogyakarta ini sudah cukup jarang ditemui. Hanya ada beberapa rumah makan yang menyediakan menu Sogo Abang Lombok Ijo, diantaranya adalah Warung Mbah Wiji di Klarangan, Harjobinangun, Pakem, Sleman dan Warung Sego Abang Pari Gogo / Sego Abang Jirak di Jl. Semanu RT.06 / RW.32, Wonosari, Gunung Kidul.

41. Sego Koyor

Sego Koyor merupakan makanan khas Jogja yang terdiri dari nasi putih dan sayur koyor (urat sapi). Cita rasa sayur koyornya gurih mirip seperti gule, semakin sedap jika disantap bersama nasi putih hangat dan sambal. Bagi Anda yang tak biasa makan sayur koyor, mungkin akan terasa “enek”.

Salah satu warung kaki lima yang menjual nasi koyor enak di Jogja adalah Sego Koyor Bu Parman. Lokasinya terletak di Jl. Brigjen Katamso No.111, Prawirodirjan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta. Jam buka mulai pukul 22.00 – 02.00 WIB (Minggu buka pukul 22.00 – 00.00 WIB). Tekstur koyornya terasa empuk dan kenyal.

42. Sambel Welut / Sambal Belut

Ngomongin kuliner khas Jogja, seakan tak ada habisnya. Hampir setiap saat, kota ini menyuguhkan inovasi-inovasi makanan enak yang menggugah selera. Satu diantaranya adalah Sambel Welut / Sambal Belut Pak Sabar.

Sambel Belut merupakan jenis sambal yang dibuat memakai bahan dasar belut dan cabai. Pertama, belut dibersihkan lalu digoreng setengah matang. Belut tersebut kemudian dihilangkan durinya dan disuwir-suwir. Setelah itu, suwiran belut dimasukkan ke dalam lumpang batu bersama bumbu (bawang putih, bawang merah, cabai segar, dan garam).

Campuran bahan-bahan tersebut ditumbuk hingga halus, lalu disajikan. Cita rasa sambalnya berupa pedas dan gurih, cocok disantap bersama nasi putih hangat. Jika ingin sensasi super pedas, Anda bisa memesannya saat proses pembuatan sambal. Selain Sambal Belut, menu lain yang bisa dinikmati antara lain belut goreng, oseng belut, dan olahan ikan gabus.

43. Carabikang

Kue tradisional bernama Carabikang ini terbuat dari tepung beras, bentuknya mirip bunga yang sedang mekar. Cita rasanya manis dengan tekstur lembut berserat. Carabikang biasanya berwarna-warni dari merah muda, cokelat, hijau, hingga putih. Menurut saya, paling lezat menikmati makanan khas Jogja ini saat masih hangat.

Penjual Carabikang enak di Jogja bisa Anda temukan di pasar-pasar tradisional atau pun beberapa spot kaki lima. Misalnya Carabikang Bu Kasilah di Jalan Parangtritis (sebelah selatan Pasar Prawirotaman) dan Cara Bikang Bu Sri (pojokan Pasar Sleman). Jam buka biasanya pagi sekitar pukul 06.00 / 06.30 WIB – habis.

44. Nasi Kucing / Sego Kucing

Nasi Kucing merupakan nasi bungkus dengan porsi kecil, mungkin seukuran nasi saat orang memberi makan kucing. Oleh karena itu, makanan khas Jogja ini dikenal dengan nama Nasi Kucing. Lauk Nasi Kucing biasanya berupa sambal teri atau oseng tempe.

Nasi Kucing dapat Anda temui di berbagai angkringan Jogja yang buka dari sore hari hingga malam. Selain Nasi Kucing, angkringan juga menyediakan menu lain seperti gorengan, jajan pasar, sate ati, sate usus, sate telur, kepala ayam, wedang jahe, kopi, teh, es jeruk, dan lainnya.

45. Sego Gurih

Sego Gurih atau Nasi Gurih adalah makanan khas Jogja yang biasanya dijual saat perayaan Pasar Malam Sekaten. Sesuai namanya, nasi ini mempunyai rasa gurih kaya akan rempah, mirip seperti nasi uduk. Secara filosofi, Sego Gurih punya makna sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Sebagai lauk, Nasi Gurih biasanya ditambahi toping berupa irisan mentimun, daun kemangi, kedelai / kacang tanah goreng, serundeng, telur dadar, krecek, ayam, dan bawang goreng. Penjual Nasi Gurih saat Sekaten bisa Anda temukan pada area depan Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta.

46. Mie Ayam Tumini

Siapa seh yang tak suka mie ayam? Makanan sejuta umat khas Indonesia ini begitu mudah ditemukan dari perkotaan hingga pelosok pedesaan. Masing-masing daerah biasanya punya sajian mie ayam bercita rasa khas yang jarang ditemui di tempat lain.

Salah satu mie ayam enak di Jogja yang terkenal legendaris adalah Mie Ayam Bu Tumini Sari Rasa Jati Ayu. Lokasinya terletak di sebelah utara Terminal Bus Giwangan, tepatnya Jl. Imogiri Tim. No.187, Giwangan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jam buka mulai pukul 10.00 – 17.00 WIB.

Ciri utama makanan khas Jogja yang satu ini yaitu ukuran mienya besar-besar dan kuah kaldu kental. Meskipun ukuran mienya lumayan besar, tapi teksturnya kenyal dan lembut. Kuah kaldunya kaya akan rempah dengan cita rasa manis khas masakan Yogyakarta. Daging ayamnya begitu empuk, semakin menambah selera makan.

47. Cilok Gajahan

Cilok atau Aci Dicolok merupakan makanan khas Bandung yang berbentuk bulat seperti bakso, terbuat dari tepung aci / kanji / tapioka. Cilok memiliki tekstur kenyal dan disajikan dengan sambal kacang, kecap, dan saus. Saat ini, cilok sepertinya sudah menjadi hidangan Nusantara. Terbukti, banyak sekali penjual cilok di setiap daerah, termasuk Kota Yogyakarta.

Diantara puluhan pedagang cilok di Jogja, ada satu cilok yang hits banget, yaitu Cilok Gajahan. Berbeda dengan cilok Bandung, Cilok Gajahan berukuran kecil-kecil. Namun, cita rasanya sungguh enak karena adonannya memakai campuran daging sapi asli.

48. Bakso Klenger

Istilah “Klenger” berasal dari bahasa Jawa yang berarti pingsan. Maksud dari “Bakso Klenger” tentu bukan pingsan benaran, melainkan kenyang hingga tak sanggup makan. Pasalnya, warung bakso paling enak di Jogja ini punya menu bakso ukuran super jumbo, mulai dari 1/4 kg, 2 kg, 3 kg, 5 kg, dan 20 kg.

Selain ukuran, isian baksonya pun cukup beragam menyesuaikan dengan makanan kekinian jaman now. Di sini tersedia bakso dengan isian telur ayam, keju, tetelan, dan cabai rawit. Tekstur baksonya terasa empuk, kuah kaldunya juga gurih tanpa bikin eneg.

49. Es Buah

Cuaca Kota Yogyakarta sedang panas? Saatnya Anda menikmati sajian es buah Jogja yang menyegarkan. Seporsi es buah biasanya berisi aneka potongan buah-buahan seperti melon, semangka, nangka, alpukat, nanas, pepaya, buah naga, mangga, kelapa, hingga kolang kaling, lalu diberi es batu / es gosrok / es serut dan disiram dengan gula cair, sirup, serta susu kental manis.

Cita rasa manis, segar, dan dingin akan Anda rasakan saat mencicipi es buah. Ada cukup banyak kedai es buah street food di kota Jogja dari legendaris hingga kekinian, beberapa diantaranya antara lain Es Buah PK, Es Buah Pak Lantip (Es Buah Gerjen Keraton), Es Murni Magelang, Es Cemoro Tunggal Pak Jumadi, dan Es Buah Beringin.

50. Es Kopyor

Es Kopyor berupa minuman dingin dengan isian berupa daging kelapa, es batu, sirup, dan susu kental manis. Minuman khas Nusantara ini bisa ditemukan diberbagai daerah, termasuk Yogyakarta. Untuk menikmati segelas es kopyor enak di Jogja, Anda bisa mampir ke warung Gado-Gado Bu Hadi di dalam Pasar Beringharjo atau warung Giri Tirto H. Atemo di Jl. Bantul Km 7.

51. Es Semlo

Es Semlo merupakan minuman khas Keraton Yogyakarta yang berisi irisan pisang dan kuah dari campuran rempah, jeruk nipis, serta gula pasir. Agar tampilannya menarik, kuahnya bisa ditambahkan kayu secang sehingga berwarna merah.

Jika melihat dari bahan-bahannya, sepertinya Es Semlo punya rasa manis, asam, dan segar. Namun, cukup sulit menemukan minuman khas Jogja yang satu ini. Jarang sekali ada pedagang kaki lima menjual Es Semlo. Untuk menikmatinya, Anda harus pergi ke restoran Bale Raos Kraton di Jl. Magangan Kulon No.1, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Jam buka pukul 10.00 – 22.00 WIB.

52. Rujak Es Krim

Makanan khas Jogja pilihan Aneka Wisata berikutnya adalah Rujak Es Krim. Sesuai namanya, makanan segar ini terbuat dari rujak lalu diberi toping es krim pada bagian atasnya. Rujak yang dipakai berisi serutan aneka buah-buahan seperti mentimun, mangga, kedondong, pepaya, nanas, serta bengkoang, lalu dicampur dengan sambal dari asam jawa, kencur, gula jawa, cabai dan air.

Es krim yang dipakai biasanya berupa es puter. Rasa rujak es krim terbilang unik, ada perpaduan rasa pedas, asam, manis, dan dingin dari es krimnya. Rujak es krim paling enak di Jogja bisa Anda temukan di kedai kali lima Pak Nardi dan Pak Paino yang berlokasi di sekitar Jl. Harjowinatan, Purwokinanti, Pakualaman, Kota Yogyakarta.

53. Wedang Ronde

Minuman-Khas-Jogja
Gambar ilustrasi Minuman Khas Jogja : Wedang Ronde

Minuman hangat khas Jogja bernama wedang ronde ini sangat pas disantap saat malam hari atau cuaca dingin. Seporsinya berisi kolang kaling, candil, irisan roti tawar, kacang tanah, dan kuah jahe yang kaya akan rempah. Rasanya begitu segar dan hangat di perut.

Tak terlalu sulit mencari wedang ronde enak di Jogja. Pasalnya, hampir di setiap sudut kota banyak penjual ronde berkeliling atau pun mangkal memakai gerobak ketika malam tiba. Beberapa spot yang menjual wedang ini antara lain : Alun-Alun Kidul (Alkid), Kawasan Malioboro, Ronde Lek Dhie, Ronde Mbah Payem, dan lainnya.

54. Wedang Tahu

Selain wedang ronde, ada satu lagi minuman hangat berkuah jahe yang wajib dicoba saat cuaca dingin, yaitu wedang tahu. Penjual wedang tahu terkenal di Jogja adalah Bu Sukardi yang mangkal tiap pagi memakai tenda kecil di Jl. Kranggan No.75, Cokrodiningratan, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta (Depan Gudeg Bu Djuminten).

Seporsi wedang tahu berisi kembang tahu dari sari kedelai dan kuah jahe nan hangat kaya akan rempah. Kembang tahunya memiliki tekstur lembut kenyal saat disantap. Pas banget buat minuman penyegar kala pagi hari yang dingin atau pun saat flu / pilek.

55. Wedang Uwuh

Kawasan Yogyakarta dan Solo dikenal mempunyai ramuan jamu-jamuan yang bermanfaat bagi kesehatan. Satu diantaranya adalah Wedang Uwuh. Kata “uwuh” berasal dari bahasa Jawa yang mempunyai arti “sampah”. Wedang Uwuh memang dikenal sebagai “wedang sampah”. Pasalnya, bahan-bahannya jika disatukan mirip seperti sampah pepohonan.

Wedang Uwuh merupakan minuman khas asal daerah Imogiri Bantul yang terbuat dari bahan herbal seperti rimpang jahe, kayu secang, kayu manis, cengkeh, daun pala, batang serai / sereh, daun jeruk, dan gula batu / gula merah. Selain sebagai penghangat badan, wedang ini dipercaya memiliki khasiat untuk kesehatan tubuh.

Saat ini, bahan herbal Wedang Uwuh banyak dijual di toko maupun pasar tradisional. Anda tinggal membelinya, lalu menyeduh sendiri dirumah memakai air hangat.

56. Kopi Joss

Kopi Joss terbuat dari kopi hitam yang diseduh dengan air panas, lalu ke dalamnya dimasukkan sebuah bara api dari arang. Saat bara api mengenai air kopi, maka akan terdengar suara “josssss….”. Oleh karena itu, minuman tersebut dinamakan Kopi Joss.

Untuk menikmati segelas Kopi Joss, Anda bisa mempir ke warung Angkringan Kopi Jos Lik Man di Jl. Wongsodirjan, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta. Tepatnya, sebelah utara pintu timur Stasiun Tugu Jogja. Selain Lik Man, disana juga banyak terdapat angkringan lain yang menjual Kopi Joss.

57. Es Dawet

Es Dawet termasuk minuman dingin yang cukup populer di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Bahan dasar pembuatan dawet berasal dari tepung beras atau pun tepung beras ketan. Dawet tersebut kemudian dicampur dengan santan, es batu / es serut, dan gula merah cair sehingga jadilah seporsi es dawet.

Tiap daerah memiliki sajian es dawet yang berbeda-beda. Misalnya, Es Dawet Ayu Banjarnegara memiliki ciri khas dawet berwarna hijau dengan tambahan potongan nangka pada gula cairnya. Sementara itu, Es Dawet Ireng dari Purworejo dan Kebumen, punya ciri khas berupa dawet berwarna hitam.

Yogyakarta pun punya sejumlah warung es dawet yang terkenal manis dan segar. Spot es dawet enak di Jogja dapat Anda temui di warung Es Dawet Pak Bagong dan Dawet Ringin Pak Bardi. Berbeda dengan dawet pada umumnya yang terbuat dari tepung beras, kedua warung tersebut memakai tepung aren untuk dawetnya.

Dawetnya juga tak diberi pewarna hijau sehingga tampak putih pucat. Teksturnya terasa kenyal berpadu lezat dengan gula jawa cair, santan, dan es batu. Di sana juga tersedia tape yang bisa ditambahkan ke dalam es dawet. Anda tinggal pilih sesuai selera, mau es dawet tanpa tape atau es dawet dengan tape.

Demikianlah informasi singkat tentang beragam makanan dan minuman khas Jogja yang terkenal enak menggugah selera. Kira-kira, mana favorit Anda? Bagi sobat traveler yang kebetulan sudah pernah mencicipi beberapa kuliner di atas, bisa berbagi pengalaman melalui kolom komentar. Sekian dari saya, semoga bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.