Pusat Info Wisata Terlengkap

Pesona Curug Dago, Wisata Alam Bandung Yang Tersembunyi

0 18

Aneka WisataCurug Dago merupakan salah satu tempat wisata alam di Bandung yang nyaman dan tenang, cocok untuk mengilangkan penat Anda dari keramaian kota. Derasnya air Curug Dago yang jatuh ke bawah menimbulkan suara khas yang bisa membuat siapa pun lupa akan aktivitas sehari-hari. Sayang sekali jika Anda melewatkan tempat wisata alam Bandung yang satu ini.

Curug Dago Dan Prasasti Raja Thailand

Mungkin tidak banyak orang yang tahu kalau Raja Thailand pernah berkunjung ke Bandung, tepatnya di Curug Dago. Entah apa yang dicari oleh sang Raja Thailand saat itu, namun terdapat prasasti yang menjadi bukti. Letaknya memang sedikit tersembunyi.

Prasasti pertama tertulis sebagai berikut, “Raja Rama berkunjung ke Bandung saat berumur 34 tahun, sebagai peringatan ibu kota Kerajaan Thai Ratanakosin.”

Raja Thailand itu diperkirakan datang ke Curug Dago pada tahun 1902. Prasasti itu juga dihiasi dengan tapak kaki, tangan, dan bintang. Prasasti kedua menandai kedatangan cucu Raja Rama 27 tahun kemudian. Prasastinya tertulis, “Prajatipok Paramintara. Tahun Buddha 2472 (tahun 1929).”

Pada tahun 1991, Kerajaan Thailand meminta kepada pemerintah Indonesia untuk memberikan pengamanan dan melestarikan prasasti tersebut. Lalu dibuatkanlah semacam saung yang melindungi dua prasasti itu.

Prasasti Raja Thailand di Curug Dago (foto : bandungtourism.com)
Prasasti Raja Thailand di Curug Dago (foto : bandungtourism.com)

Lokasi Wisata Alam Curug Dago Bandung

Wisata alam Curug Dago terletak di desa Dago, kecamatan Coblong, Kota Bandung Propinsi Jawa Barat. Curug Dago atau air terjun dago ini punya ketinggian sekitar 10-15 meter dan lokasinya agak tersembunyi. Curug Dago, masih terletak dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda. Atau yang lebih dikenal dengan kawasan Tahura Dago atau orang setempat mengenalnya dengan nama Pakar.

Untuk sampai di kawasan ini, Anda dapat masuk dari tiga arah. Bisa melalui jalan di seberang Terminal Dago. Jalan kedua dari Taman Budaya. Jalan ketiga bisa lewat Jl. Dago Pojok, masuk dari tempat yang dikenal orang dengan nama Tanggulan.

Sebetulnya untuk mencapai Curug Dago Anda bisa menggunakan motor, namun tetap harus berjalan kaki, menuruni tangga batu yang jika hujan turun menjadi licin. Sehingga Anda pun harus ekstra berhati-hati agar tidak terpeleset. Pegangan besi tangga nyaris tidak lagi, ada entah karena patah atau dipatahkan dengan sengaja.

Bagaimana kalau ingin menggunakan mobil? Bagi pengguna mobil, maka bisa memarkirkan kendaraannya di pelataran Taman Budaya Ganesha Dago, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak dengan menuruni beberapa anak tangga. Demikian sekilas info wisata tentang Curug Dago, wisata alam Bandung yang tersembunyi dan semoga bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.