Wisata Snorkling Kepulauan Seribu Bagian 1
Submitted by : Aneka Wisata Indonesia
Submitted on : 2012-11-08
Wisata Snorkling Kepulauan Seribu
Bagian 1
Long weekend bulan Oktober kemarin ( 26 Okt – 28 Okt 2012 ) team dari TrexAsia Wisata ( AnekaWisata.com ) berangkat ke kepulauan Seribu untuk berlibur dan sekaligus membuat liputan khusus untuk di masukkan ke website AnekaWisata.com. Team kami terdiri dari 5 orang dan saya sebagai Team Leader. Sasaran kami kali ini adalah salah satu pulau terbesar di kepulauan seribu, Pulau Pramuka. Rencananya kami akan berada di Pulau Pramuka selama 2 malam.
Persiapan pun dilakukan sehari sebelum keberangkatan, persiapan kali ini lebih mudah karena Pulau Pramuka terbilang sudah lengkap mulai dari tersedianya pasokan listrik 24 jam, warung-warung yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari sampai warung nasi padang juga sudah ada ! Perlengkapan yang kami bawa antara lain Kotak P3K, minyak angin, antimo, obat sakit perut, obat flu, mie instant, air mineral, snack berat dan ringan. Dan yang terpenting dan tak boleh terlupakan adalah uang cash, teropong dan peralatan snorkling. Rencana nya kami akan melakukan light traveling tapi nyatanya dengan bawaan sebanyak ini jadilah little heavy travelling :)
Mengingat harus mengejar kapal boat jam 7 pagi di Muara Angke maka kami memutuskan untuk menginap di salah satu apartemen di daerah Salemba. Malam itu kami lewatkan dengan bersantai, bertukar cerita dan memeriksa kelengkapan. Tak lupa juga kami sudah membooking 2 buah taxi untuk menjemput kami pukul 4.00, pengennya memesan taxi kapasitas 5-6 orang tapi berhubung full booked ya terpaksa ambil 2 taxi ).
Pukul 3.00 pagi, pak sopir taxi sudah menunggu di bawah. Kami pun bergegas turun dengan membawa semua perlengkapan. Ngobrol dengan Pak supir eh dia rada-rada bingung yang mana pelabuhan Muara Angke, untung pak supir satunya lagi tahu. Saya berpikir “Untung berangkatnya subuh, kalaupun nyasar masih bisa tiba tepat waktu di tujuan tanpa macet“.
Tepat pukul 3.30, kami mulai bergerak dari Salemba. Pak supir sudah memberi info, jalanan banyak ditutup untuk perayaan Hari Raya Idul Adha jadi kami akan melalui jalan tol saja. Dan memang benar baru akan memasuki Jalan Pramuka, kami sudah menemukan ruas jalan yang ditutup. Pak supir ga habis akal, putar arah cari alternatif walhasil kami dengan sukses masuk jalan tol.
Terang cahaya lampu jalan, berkelebat disisi jalan, menjadi pemandangan yang unik karena bisa melaju sekencang ini di Jakarta. Kelebatan cahaya lampu mobil dari arah berlawanan terkadang menyilaukan mata namun Pak supir dengan tenang menyetir taxi menembus tenangnya pagi Jakarta hari itu.
Akhirnya kami mengambil exit tol di Pluit, taxi melaju kencang menuju dermaga Muara Angke. Menurut info yang kami dapat, kalau sudah tercium aroma yang kurang sedap, tak akan salah lagi pasti sudah sampai di dermaga Muara Angke. Kami kira itu hanya lelucon belaka, namun tak pelak hidung kami diterjang aroma yang luar biasa khas dermaga nelayan. Disinilah fungsi minyak angin yang sebelumnya kami persiapkan itu digunakan :)
Sampai di depan Pelabuhan baru Muara Angke atau yang disebut Kali Adem pukul 04.30, pintu gerbangnya belum dibuka. Rencana naik kapal KM Kerapu kami urungkan, segera kami bergerak ke dermaga lama Muara Angke. Setelah melewati pintu loket mobil, beberapa orang setempat mengarahkan taxi untuk masuk ke areal parkir. Awalnya agak bingung juga berhubung langit masih gelap dan penerangan kurang . Namun setelah turun, para juru parkir ini sangat ramah-ramah dan sangat membantu mengarahkan kami untuk mengambil kapal.
Perlahan-lahan kami berjalan menyusuri jalan menuju dermaga, mendekati dermaga makin ramai para wisatawan seperti kami kelihatan. Wow kami cukup kaget masih jam 5 pagi tapi jumlah wisatawan yang akan naik kapal ke kepulauan seribu sudah sangat banyak. Perasaan mawas dan waspada sebelumnya timbul, perlahan mulai pudar, namun adrenalin terasa dipacu untuk bergerak cepat ingin segera menikmati keindahan kepulauan seribu yang sudah menjelang di depan mata.
Deretan kapal-kapal kayu sudah berjejer di depan mata, namun kami tidak tahu kapal yang mana yang akan ke Pulau Pramuka. Keadaan dermaga ini jangan dibayangkan seperti terminal Blok M yang sudah ada papan-papan bertuliskan rute trayek bus dan nomor nya. Yang terlihat hanya deretan kapal-kapal kayu yang berbaris berlapis dengan rapat. Kami memutuskan untuk sarapan di warung-warung kopi yang tersedia.
Seruput kopi terasa sangat beda pagi itu, mungkin karena suasana hati yang sedang bersemangat dan darah berpetualang sedang bergelegak :) Tak terasa beberapa potong roti telah disantap sambil bercerita dan mengamati dermaga yang semakin ramai. Para wisatawan tak berhenti mengalir masuk ke dermaga, bahkan ada 1 grup yang sampai puluhan orang anggotanya. Saya berpikir, “Ternyata sangat luar biasa daya tarik pariwisata kepulauan seribu ini”.
Setelah kami mendapat informasi kapal mana yang akan berangkat ke Pulau Seribu, kami segera masuk ke dalam kapal untuk mencari posisi yang nyaman. Sekali lagi saya sampaikan, jangan dibayangkan seperti naik bus apalagi naik pesawat, tidak ada bangku dikapal ini ! Semua penumpang duduk diatas tikar yang sudah disediakan alias lesehan...benar-benar petualangan yang menakjubkan.
Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, kapal akan berangkat pukul 07.00, lama berjalanan lebih kurang 3 jam, perkiraan sampai pukul 10.00 di Pulau Pramuka. Karena kapal masih lama berangkat, saya memutuskan untuk keluar. Saya berdiri di anjungan kapal, sambil mengamati hiruk pikuk dermaga yang semakin luar biasa ramai. Angin pantai semilir berhembus menerpa wajah, tak lupa membawa aroma amis yang tak kunjung hilang :)
Potrat sana, potret sini, ngobrol sana ngobrol sini, tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 7.00. Para awak kapal mulai melepaskan tali-tali kapal, sebentar lagi perjalanan sesungguhnya akan dimulai.
Pulau Pramuka, Here We Come ...... Bersambung
Hotel Lingga Bandung
Rp 380.000/night
The Palais Dago Hotel
Rp 650.000/night
Hotel New Sany Rosa Bandung
Rp 435.000/night
Harris Hotel and Conventions Festival CTLink
Rp 468.000/night
Graha Senggigi Hotel
Rp 500.000/night
Sheraton Senggigi Beach Resort
Rp 1.000.000/night
The Jayakarta Hotel Lombok
Rp 593.750/night
The Luxton Hotel Bandung
Rp 862.500/night
Hotel Ramada Bintang Bali Resort
Rp 1.750.000/night
Arion Swiss BelHotel Bandung
Rp 685.000/night
Wina Holiday Villa Kuta
Rp 600.000/night
Diwangkara Holiday Villa
Rp 550.000/night