Pusat Info Wisata Terlengkap

20 Tempat Wisata Alam Di Jogja Yang Wajib Dikunjungi

0 756

Tempat Wisata Alam Di Jogja – Yogyakarta tidak sekedar wisata budaya, belanja, atau kuliner. Jogja juga punya aneka tempat wisata alam yang indah dan keren mempesona untuk dikunjungi. Malioboro, Candi Prambanan, dan Parangtritis tentu sudah tak asing lagi bagi para wisatawan dan bahkan mungkin sudah sering Anda kunjungi. Nah, bagi Anda yang ingin sesuatu yang beda, coba rasakanlah keindahan wisata alam Jogja yang tiada duanya. Dilansir dari berbagai sumber, simak daftar 20 tempat wisata alam di Jogja yang wajib dikunjungi berikut ini.

1. Gunung Nglanggeran

Gunung Nglanggeran adalah salah satu tempat wisata alam di Jogja yang wajib dikunjungi (Foto : pixoto.com)
Gunung Nglanggeran adalah salah satu tempat wisata alam di Jogja yang wajib dikunjungi (Foto : pixoto.com)

Tempat wisata alam di Jogja yang wajib dikunjungi pertama adalah Gunung Nglanggeran. Gugusan bukit batu raksasa merupakan pemandangan utama yang dijumpai saat menjejak di basecamp Gunung Nglanggeran. Puluhan juta tahun yang lalu, gugusan tersebut merupakan puncak gunung berapi yang aktif. Seiring berjalannya waktu, gunung tersebut menjadi tidak aktif dan berubah menjadi bukit-bukit batu dengan berbagai bentuk yang unik. Tempat tersebut akhirnya dikenal dengan nama Gunung Api Purba Nglanggeran.

Untuk mencapai puncak, wisatawan cukup treking sekitar 1,5 hingga 2 jam. Bahkan jika tidak sanggup mencapai puncak, wisatawan bisa berhenti di beberapa pos dengan pemandangan yang tak kalah menarik dari pemandangan di puncak. Di pos-pos tersebut sudah berdiri gazebo yang bisa dijadikan tempat beristirahat.

Meski kini berkembang menjadi gunung wisata, Nglanggeran tetap memiliki jalur pendakian yang cukup menantang mulai dari jalan conblock, jalan setapak, hingga lorong sempit yang hanya bisa dilewati satu orang. Lorong panjang ini diapit oleh dua bukit batu raksasa. Pada akhir pekan tempat ini biasanya penuh dengan wisatawan, baik mereka yang camping di puncak gunung, maupun mereka yang sekadar ingin refreshing dengan melakukan treking. Akses menuju kawasan Gunung Nglanggeran terbilang mudah. Dari Yogyakarta wisatawan cukup mengikuti jalan raya menuju Gunungkidul. Sesampainya di Pos Polisi Patuk (setelah Bukit Bintang), silahkan belok kiri menuju jajaran tower televisi. Gunung Nglanggeran terletak tidak jauh dari situ.

Sebagai kawasan ekowisata yang sudah meraih banyak penghargaan, Gunung Nglanggeran terus melengkapi dirinya dnegan beragam fasilitas. Wisatawan yang berkunjung ke Nglanggeran bisa camping di gunung atau menginap di homestay warga yang kondisinya cukup bagus. Jika wisatawan tidak membawa tenda, pengelola Gunung Nglanggeran juga menyewakan tenda. Selain dijadikan lokasi treking dan camping, desa di kaki Gunung Nglanggeran juga kerap dijadikan lokasi outbond, makrab, hingga live in.

2. Desa Wisata Ketingan

Desa Wisata Ketingan adalah salah satu tempat wisata alam di Jogja yang wajib dikunjungi (Foto : swaragamafm.com)
Desa Wisata Ketingan adalah salah satu tempat wisata alam di Jogja yang wajib dikunjungi (Foto : swaragamafm.com)

Tempat wisata alam di Jogja yang wajib dikunjungi kedua adalah Desa Wisata Ketingan. Dilansir dari Yogyes.com berikut sekilas info tentang Desa Wisata Ketingan. Suara ribuan burung kuntul terdengar ramai ketika memasuki kawasan Desa Wisata Ketingan. Sudah bertahun-tahun burung-burung itu memilih tinggal di pohon-pohon yang tinggi menjulang di sana, berbagi tempat bersama warga sekitar dan hidup berdampingan.Bagi para peneliti satwa dan pecinta burung, Ketingan merupakan surga tempat wisata alam di Jogja yang terletak di Dusun Ketingan, Desa Tirtoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta.

Mengamati tingkah polah kuntul-kuntul yang jumlahnya mencapai 7.000 ekor ini tak pernah membosankan. Bahkan warga sekitar yang telah hidup bertahun-tahun bersama mereka pun masih selalu mengamatinya. Warga hafal betul saat kuntul-kuntul ini mencari makan, membuat sarang baru, musim kawin, musim menetas dan bermigrasi. Benar, pada bulan September kuntul-kuntul ini akan bermigrasi, meninggalkan Ketingan beberapa saat. Suara mereka tidak akan terdengar ramai dan tak ada pula yang pagi-pagi menemani petani mengolah sawah. Mereka hilang sejenak, membiarkan warga kembali ke kehidupan normal seperti sebelum burung-burung ini datang. Barulah pada pertengahan bulan Oktober, kuntul-kuntul ini pulang, kembali membuat sarang dan hidup seperti biasanya.

Ketika berkunjung ke sana, jangan lupa untuk mengenakan topi atau pelindung kepala agar tak terkena kotoran burung. Bagi para pecinta fotografi, sebaiknya bawalah lensa tele untuk mengambil gambar burung karena mereka selalu berada dalam jarak yang cukup jauh. Agar tak kehilangan momen, cobalah datang di pagi atau sore hari ketika burung-burung ini sedang mencari makan di sawah kemudian pulang ke sarang. Makin asyik lagi kalau kita mengunjunginya ketika musim petani membajak sawah. Kuntul-kuntul ini akan jelas terlihat tanpa terhalang tanaman padi. Rasanya, mendapat kesempatan mengunjungi dan melihat fenomena unik ini membuat kita sadar bahwa hidup berbagi dengan makhluk hidup lain itu indah dan menyenangkan. Homestay: Rp. 75.000 / malam (3x makan).

Leave A Reply

Your email address will not be published.