Home » Wisata Asia » 15 Tempat Wisata Di Kota Tua Yang Paling Bagus Dan Hits

15 Tempat Wisata Di Kota Tua Yang Paling Bagus Dan Hits

Tempat Wisata Di Kota Tua – Inilah daftar rekomendasi aneka tempat wisata di Kota Tua Jakarta dan sekitarnya yang paling bagus serta hits. Lengkap dengan review nama objek wisata, daya tarik, lokasi/alamat, harga tiket masuk, hingga jam buka operasionalnya.

Kawasan Kota Tua merupakan salah satu ikonnya tempat wisata di Jakarta yang paling bagus dan populer dikalangan wisatawan selain Monas dan Ancol. Nah, mungkin bagi Anda yang belum pernah kesini akan bertanya-tanya, sebenarnya ada apa saja di Kota Tua yang membuat tempat ini menjadi buruan para traveler.

Daya tarik Kota Tua yang utama terletak pada bangunan peninggalan kolonial Belanda yang masih terjaga baik. Menyusuri setiap sudut Kota Tua akan membuat Anda seolah-olah kembali ke masa lalu. Sepeda onthel, jendela-jendela kuno, genting bangunan dengan menara kecil di ujungnya, semua semakin menguatkan suasana masa lalu.

Berfoto dengan latar gedung-gedung kuno hingga museum tentu saja akan tampak cantik dengan kesan vintage. Ketika pagi, sore, atau malam hari, Kota Tua selalu menawarkan angle indah yang berbeda. Hal inilah yang membuat Kota Tua sebagai salah satu spot foto keren di Jakarta favorit anak muda.

Daftar Tempat Wisata Di Kota Tua Jakarta Yang Paling Bagus Dan Hits

Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki kota-kota tua atau lama yang identik dengan bangunan jaman dulu (baca : kolonial Belanda). Misalnya saja kota Yogyakarta, Semarang, Bandung, Surabaya, dan tentu saja Kota Tua Jakarta. Setiap kota tua tersebut kebanyakan memiliki sejumlah tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Nah, pada kesempatan kali ini, Aneka Wisata ingin berbagi info tentang beberapa destinasi wisata bagus di Kawasan Kota Tua Jakarta. List yang saya susun ini diharapkan bisa membantu Anda dalam membuat peta wisata Kota Tua Jakarta saat liburan. Yuk, simak ulasannya berikut ini!

1. Toko Merah

Toko Merah

Toko Merah (Foto : IG @meliecarolina)

Ketika Anda berwisata ke kawasan Kota Tua Jakarta, Toko Merah adalah salah satu bangunan yang wajib Anda sambangi. Bangunan ini sudah ada sejak ratusan tahun silam, melintasi zaman kolonial dan sempat jadi toko milik pedagang China. Tak lengkap rasanya traveling ke Kota Tua tanpa berfoto dengan latar Toko Merah.

Dari kejauhan, ciri khas warna merah toko ini sudah tampak mencolok. Warna merahnya langsung menyergap sudut mata. Arsitektur ala zaman kolonial juga terlihat jelas lewat jendela-jendela yang tinggi. Toko Merah terletak di jalan persis samping Sungai Ciliwung. Walaupun mencolok, Toko Merah tampak serasi dengan deretan gedung era kolonial di samping kiri dan kanannya.

Menurut info yang saya dapat, Toko Merah adalah salah satu bangunan tertua di Kota Tua Jakarta, dibangun pada 1730. Gedung yang berlokasi di Jalan Kali Besar Barat No 107 ini dulunya adalah rumah seorang Gubernur Jenderal VOC, Willem Baron van Imhoff.

Saat ini, Toko Merah telah kembali dipugar. Interiornya diperbaiki, dijadikan tempat konferensi dan pameran. Di lantai 2, terdapat sebuah ruangan luas yang cocok untuk konferensi dan pertunjukan. Turis yang ingin wisata sejarah di Toko Merah bisa datang saat ada pameran atau acara yang digelar di sana.

2. Museum Fatahillah

Museum Fatahillah

Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta (Foto : sobatpetualang.com)

Kalau di Kota Lama Semarang ada Gereja Blenduk sebagai ikonnya, maka Kota Tua Jakarta punya Museum Fatahillah sebagai ikonnya. Hampir semua foto-foto yang tersebar di media sosial atau pun internet tentang Kota Tua, menggunakan latar Museum Fatahillah.

Museum ini memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No.1, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi. Mungkin karena letaknya di Jalan Fatahillah maka orang lebih mengenalnya dengan sebutan Museum Fatahillah.

Arsitektur museum ini mirip dengan Istana Dam di Amsterdam, Belanda. Di dalam museum, Anda bisa menyaksikan ruang pengadilan dan ruang-ruang bawah tanah yang dulu pernah dipakai sebagai penjara. Museum yang sudah beberapa kali direnovasi ini tetap memiliki nafas kuno yang akan menghipnotis Anda.

Coba deh mengunjungi taman belakangnya yang berisi belasan prasasti nisan milik orang Belanda. Bisa-bisa Anda merasa sedang di rumah kuno Belanda. Oya, jangan sampai melewatkan Meriam Sijagur yang cukup populer.

Meriam Sijagur memiliki berat sekitar 3.5 ton dan panjang lebih dari 3 meter. Sebagian besar pengunjung selalu berfoto disini. Harga tiket masuknya murah meriah banget lho, hanya 5 ribu rupiah per orang. Meseum ini buka setiap hari dari pukul 09.00 – 15.00 WIB kecuali hari Senin tutup.

3. Taman Fatahillah

Kota-Tua-Jakarta

Ilustrasi bersepeda di sekitar Taman Wisata Fatahillah Kota Tua Jakarta (Foto : tribunnews.com)

Konon kabarnya, pada zaman kolonial Belanda, Taman Fatahillah merupakan sebuah alun-alun yang luas. Namun, saat ini Taman Fatahillah tak seluas dulu karena sudah ada bangunan yang berdiri di sekitarnya.

Taman ini merupakan sebuah lapangan di Kawasan Kota Tua dimana disekelilingnya terdapat bangunan Museum Fatahillah, Museum Wayang, Kantor Pos Kota, dan Museum Seni Rupa dan Keramik. Dinamakan Taman Fatahillah karena untuk mengenang jasa seorang tokoh bernama Fatahillah yang berhasil merebut Sunda Kelapa dari tangan Portugis.

Pada bulan Ramadhan (baca : bulan puasa), taman ini biasanya menjadi tempat ngabuburit di Jakarta favorit wisatawan untuk menunggu waktu buka puasa. Saat sore hari tiba, orang-orang ramai sekali berkumpul untuk sekedar bersantai di pelataran halaman Museum Fatahillah.

Pada hari biasa, Taman ini juga cukup ramai dikunjungi traveler mulai dari pagi hari. Disini Anda bisa menemukan berbagai makanan enak untuk sarapan dengan harga yang cukup terjangkau.

Anda juga bisa berfoto dengan seniman yang menghias diri seperti patung dengan berbagai lakon. Cukup bayar seikhlasnya untuk dapat berfoto sebagai apresiasi seni.

Jangan lupa untuk menyewa sepeda cantik cukup seharga dua puluh ribu rupiah saja. Bisa digunakan berboncengan dengan teman lengkap dengan topi cantiknya. Asyik dan seru deh pokoknya!

4. Cafe Batavia

Cafe Batavia Kota Tua Jakarta

Cafe Batavia Kota Tua Jakarta (Foto : IG @cafe_batavia)

Selain gedung-gedung kuno dan museum, Kota Tua juga terkenal sebagai pusat kuliner enak di Jakarta dan sekitarnya. Salah satu tempat kuliner favorit wisatawan adalah Cafe Batavia yang terletak di depan Museum Fatahillah. Alamat lengkapnya berada di Jalan Pintu Besar Utara No.14, RT.7/RW.7, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat.

Cafe Batavia berdiri pada tahun 1993, terletak di dalam sebuah bangunan tua bernuansa kolonial Belanda. Bangunannya yang unik dan antik begitu menarik perhatian. Ditata dengan sedemikian rupa agar pengunjung nyaman.

Menunya juga beragam, dari western food sampai makanan Indonesia pun ada. Seru juga untuk berkumpul dengan teman-teman. Menikmati malam dalam suasana klasik di Cafe Batavia memberikan kesan yang romantis.Tak heran jika saat ini Cafe Batavia menjadi salah satu tempat nongkrong asik di Jakarta yang hits.

Cafe Batavia biasanya buka pada hari Senin-Jumat pukul 08.00 WIB – 01.00 WIB dini hari. Saat weekend (Sabtu-Minggu) cafe beroperasi dari pukul 08.00 WIB – 02.00 WIB. Harga makanan dan minuman berkisar Rp. 32.000,- s/d Rp.135.000,- untuk appetizer (makanan pembuka) dan Rp.25.000,- s/d Rp.200.000,- untuk dessert (makanan penutup).

5. Rumah Akar

Rumah Akar Kota Tua Jakarta

Rumah Akar Kota Tua Jakarta (Foto : thebridedept.com)

Rumah Akar adalah sebutan salah satu bangunan di kawasan Kota Tua Jakarta yang menjadi magnet bagi para wisatawan. Sesuai namanya, Rumah Akar memang ditumbuhi oleh pohon dan akarnya yang memenuhi rumah. Bangunan yang awalnya berfungsi sebagai gudang ini, terlihat seperti keajaiban yang sangat tidak biasa.

Memasuki Rumah Akar, Anda akan melihat bangunan tua khas Belanda yang kosong. Sejumlah akar pohon terlihat jelas di sisi dindingnya. Memasuki ruangan tengah, bahkan terlihat sebuah pohon didalamnya.

Rumah akar ini biasanya dijadikan sebagai tempat prewedding di Jakarta oleh para calon pengantin baru. Dari luar saja, rumah ini sudah sangat menarik untuk dijadikan latar foto. Kabarnya, suasana di dalamnya mirip seperti Angkor Wat, Kamboja.

Harga per jam untuk mengakses Rumah Akar adalah Rp 100.000. Harga bisa berubah sewaktu-waktu lho ya! Usahakan untuk datang sebelum gelap karena cahaya akan sangat minim sekali jika sudah sore. Namun, kadang juga bila ada event tertentu rumah ini dibuka secara gratis untuk umum.

6. Stasiun Kereta Api Jakarta Kota

Stasiun Jakarta Kota

Stasiun Jakarta Kota (Foto : lifestyle.dreamers.id)

Stasiun Kota yang dikenal juga dengan nama Stasiun Beos adalah peninggalan jaman koloni Belanda. Stasiun tertua di Jakarta ini sudah ada sejak tahun 1870 dan termasuk salah satu cagar budaya. Bagi Anda yang menggunakan mode kereta api, bisa turun di stasiun ini ketika menyambangi Kota Tua.

Begitu Anda menginjakan kaki di stasiun Jakarta Kota, Anda akan langsung merasakan antiknyabangunan stasiun. Arsitektur gedung khas kolonial Belanda disini nampaknya sangat sanyang bila dilewatkan begitu saja oleh lensa kamera Anda. Oya, alamatnya berada di Jakan Lada, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat.

7. Jembatan Kota Intan

Jembatan Kota Intan

Jembatan Kota Intan (Foto : IG @triaripurwani)

Inilah jembatan tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1628 oleh pemerintah Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC, namanya Jembatan Kota Intan. Lokasinya berada di Pademangan, RT.8/RW.7, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat. Tepatnya di ujung utara Jl. Kali Besar Barat dan Jl. Kali Besar Timur.

Munyusuri kawasan wisata Kota Tua tak lengkap rasanya bila belum mampir ke Jembatan Kota Intan untuk berfoto. Warna merah gelap dan bentuk arsitekturnya yang unik, sangat bagus bila dijadikan latar foto bergaya vintage.

8. Museum Wayang

museum-wayang-jakarta

Ilustrasi Museum Wayang Jakarta (Foto : Sigit Djatmiko via flickr.com)

Kawasan Kota Tua merupakan salah satu pusat museum unik di Jakarta yang keren dan bagus untuk dikunjungi. Setidaknya ada 5 museum di sekitar Kota Tua yang dapat Anda kunjungi saat liburan.

Selain museum Fatahillah yang populer, ada juga Museum Wayang yang terletak Jl. Pintu Besar Utara No.27, RT.7/RW.7, Tamansari, Pinangsia, RT.7/RW.7, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat.

Pada jaman dahulu, konon tempat ini adalah lokasi berdirinya VOC pada tahun 1640. Oleh karena itu, banyak sekali cerita tentang VOC dan Jakarta yang bisa didapatkan dari Museum Wayang.

Sesuai dengan namanya, disini Anda akan disuguhi aneka koleksi wayang yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia hingga mancanegara. Lebih kurang ada sekitar empat ribu wayang yang terpajang di etalase Museum Wayang. Tak kalah bagus dengan museum keren di Bali yang bernama Rumah Topeng dan Wayang Setiadarma.

Harga tiket masuk ke Museum Wayang sangat murah meriah, pas banget buat kantong pelajar / mahasiswa. Untuk orang dewasa hanya dikenakan biaya sebesar Rp.2.000,- (mungkin saat ini sudah naik). Jam buka mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB dan tutup setiap hari Senin.

9. Museum Bank Indonesia

museum-bank-indonesia

Front Lobby Museum Bank Indonesia (Foto : Aditya Darmasurya via flickr.com)

Apakah Anda sedang mencari dimana tempat liburan murah di Jakarta yang bagus? Kalau iya, datang saja ke Museum Bank Indonesia yang berada di Kawasan Kota Tua. Alamat lengkapnya terletak di Jl. Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat.

Untuk rute jalan menuju lokasi museum ini, Anda cukup menggunakan busway dengan tujuan akhir Kota. Setelah keluar dari busway, ikuti saja arah panah menuju Museum Bank Indonesia. Letak museum ini bersebrangan dengan halte busway.

Harga tiket masuknya murah banget lho, hanya 5 ribu rupiah per orang dan gratis untuk pelajar atau mahasiswa asalkan bisa menunjukkan kartu identitasnya. Lalu, apa daya tarik Museum Bank Indonesia?

Disini ada sekitar 6 ruangan yang terdiri atas playmotion, ruang teater,ruang sejarah, ruang perenungan hijau, ruang emas moneter, dan ruang numismatik. Di playmotion pengunjung dapat bermain menangkap bayangan koin yang berjatuhan.

Memasuki ruang teater, Anda akan disuguhi film sejarah BI dan akan diperjelas melalui ruang sejarah yang berisi penjelasan lengkap tentang BI. Bagi Anda yang ingin melihat emas murni sebagai penjamin uang, langsung masuk saja ke ruang emas moneter.

Dan yang terakhir adalah ruang numismatik yang berisi koleksi uang dari jaman dahulu hingga sekarang yang digunakan di Indonesia. Museum ini asyik juga bila digunakan sebagai tempat wisata anak yang edukatif. Jam buka hingga pukul 16.00 WIB.

10. Museum Bank Mandiri

Museum Bank Mandiri

Museum Bank Mandiri (Foto : jalansanasini.com)

Museum Bank Mandiri yang berada tepat bersebelahan dengan Museum Bank Indonesia cukup ramai dikunjungi wisatawan saat berlibur di Kota Tua. Disini, Anda akan mendapatkan informasi tentang asal mula terbentuknya Museum Bank Mandiri. Tak hanya itu, museum ini juga mengoleksi uang Rupiah dari tahun ke tahun.

Museum Bank Mandiri berdiri pada 2 Oktober 1998. Pada awalnya, gedung ini merupakan gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factory Batavia. Koleksi museum terdiri dari berbagai macam barang yang terkait dengan bank.

Hingga saat ini, Museum Bank Mandiri di Kota Tua, Jakarta tidak pernah kehilangan pesonanya. Museum ini masih menyimpan berbagai peninggalan terkait bank dan ekonomi. Ayo lihat berbagai peralatan bank tempo doeloe di museum ini!

Jam Buka Museum Bank Mandiri setiap hari Selasa – Minggu mulai pukul 09.00 – 16.00 WIB. Museum utup pada hari Senin dan hari libur Nasional. Untuk harga tiket masuk sekitar 2 ribu rupiah per orang. Kalau tak keliru, anak-anak pelajar / mahasiswa gratis masuk museum.

11. Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik (Foto : IG @wandy_s29)

Masih berada di sekitar Kota Tua Jakarta, ada lagi museum lain yang tak kalah keren untuk dikunjungi, yakni Museum Seni Rupa dan Keramik. Lokasinya di Jl Pos Kota No 2, wilayah Jakarta Barat. Jam buka mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB. Untuk harga tiket masuknya hanya sekitar 5 ribu per orang.

Museum yang tepat berseberangan dengan Museum Sejarah Jakarta ini menyajikan koleksi keramik dan aneka seni rupa lainnya dari seluruh wilayah Indonesia dan mancanegara. Di sini Anda juga bisa wisata sambil belajar perkembangan kesenian Indonesia dari masa ke masa.

Ada sekitar 500 karya seni rupa yang berbeda, seperti patung, grafis, sketsa dan batik tulis. Di antara koleksi-koleksi tersebut ada beberapa koleksi unggulan dan amat penting bagi sejarah seni rupa di Indonesia, antara lain lukisan yang berjudul ‘Pengantin Revolusi’ karya Hendra Gunawan, ‘Bupati Cianjur’ karya Raden Saleh, dan ‘Potret Diri’ karya Affandi.

Oya. di museum ini, Anda bisa mempelajari cara pembuatan gerabah langsung di Studio Gerabah. Di sinilah tempat pelatihan dan pembuatan gerabah, mulai dari teknik membentuk, cetak dan roda putar. Oven untuk membakar gerabah juga tersedia di sini. Seru dan asyik bukan?

12. Museum Bahari

Museum Bahari Jakarta

Ilustrasi salah satu koleksi Museum Bahari Jakarta (Foto : Kompas/Mukhamad Kurniawan)

Jakarta selain sebagai kota metropolitan, sebenarnya erat juga kaitannya dengan kebaharian karena letaknya yang berbatasan dengan laut dibagian utaranya. Nah, jika Anda ingin mengajak si buah hati jalan-jalan sambil mengedukasi tentang kelautan, coba saja datang ke Museum Bahari.

Lokasi dan alamat museum ini terletak di di Jalan Pasar Ikan No 1, Jakarta Utara. Di sini kita dapat melihat dan mempelajari kemaritiman, serta armada pertahanan laut Indonesia tempo dulu. Koleksi-koleksi dari Museum Bahari pun sangat beragam jenisnya, mulai dari jangkar kapal laut, meriam, navigasi perkapalan, teropong, serta miniatur-miniatur kapal nelayan.

Selain itu, museum ini pun menampilkan Matra TNI AL dari masa ke masa, yang dijaga serta dirawat secara baik dan disimpan secara rapi di ruang museum. Ada juga kapal-kapal dari berbagai daerah di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Jika Anda berkunjung kesini, jangan sampai melewatkan Menara Syahbandar yang terletak sekitar 50 meter sebelum Museum Bahari. Menara ini dulunya berfungsi sebagai pemantau kapal-kapal di Batavia yang keluar-masuk melewati jalur laut.

Jam buka operasional Museum Bahari, dari hari Selasa-Minggu, dengan waktu buka antara pukul 09.00-15.00 WIB. Hari senin dan libur nasional biasanya tutup, jadi jangan sampai keliru hari lho ya! Harga tiket masuknya murah meriah kok, hanya 2 ribu rupiah per orang kalau belum naik.

13. Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa

Kawasan Sunda Kelapa / Pelabuhan Sunda Kelapa (Foto : IG @nissacahyani_)

Setelah puas menjelajahi kawasan Kota Tua yang menyajikan bangunan dan suasana indah peninggalan Kolonial Belanda, maka tak ada salahnya jika mampir ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Disini, Anda akan menemukan romantisme suasana perdagangan zaman dahulu.

Anda pun masih dapat melihat aktivitas bongkar muat barang di tempat ini lho. Ketika pagi atau sore hari aktivitas di pelabuhan tampak semakin indah dengan latar matahari yang terbit atau terbenam. Latar belakang yang sudah cantik pun diperindah dengan barisan kapal yang berjajar satu sama lain. Rasanya seperti kembali ke masa dulu.

14. Petak Sembilan Pecinan Glodok

Pecinan Glodok

Kawasan Pecinan Glodok (Foto : IG @ekyparatama)

Ingin merasakan suasana ala Tiongkok? Datang saja ke Petak 9, atau yang disebut juga dengan Pecinan Glodok. Daerah Petak 9 memang banyak dihuni oleh saudara kita yang beretnis Tionghoa, belum lagi kehadiran sejumlah kelenteng yang membuat suasana kian mirip di Tiongkok.

Kalau ingin lebih seru, datanglah ke kawasan Petak 9 pada saat Tahun Baru Imlek atau perayaan agama Buddha lainnya. Ketika perayaan tersebut, suasana disini kian meriah. Pada malam hari, Anda bisa melihat lampion warna merah dan suasana yang menyerupai di Tiongkok.

15. Pasar Asemka

Pasar Pagi Asemka

Pasar Pagi Asemka (Foto : merdeka.com)

Jalan-jalan ke Kota Tua tentu saja belum lengkap dong jika tanpa membeli oleh-oleh? Nah, sepulang dari menikmati aneka objek wisata, Anda bisa mampir ke Pasar Pagi Asemka. Lokasinya berada di kolong jembatan layang Jembatan Lima, Tambora Jakarta Barat.

Pasar Asemka merupakan salah satu tempat belanja murah di Jakarta khususnya untuk barang-barang aksesoris, pernak-pernik, dan mainan anak. Harga yang ditawarkan sangat miring bagi pengunjung yang berbelanja dalan jumlah banyak.

Harga yang ditawarkan pun bisa 50 persen lebih murah dibanding membeli di pasar lain atau di dalam mal. Bisa dibilang barang disini dijual dengan harga grosir. Pasar Asemka juga recommended untuk berbelanja souvenir pernikahan karena selain harganya yang murmer, kualitasnya juga lumayan bagus.

Bagaimana sobat traveler? Asik dan seru bukan liburan di Kota Tua? Nah, bagi Anda yang tertarik untuk berkunjung kesini, jangan lupa baca baik-baik rute ke Kota Tua Jakarta berikut. Anda dapat menggunakan kendaraan umum bus Transjakarta koridor 1 rute Blok M – Kota.

Sedangkan angkutan kecil yang melewati wilayah tersebut yaitu Mikrolet M12 jurusan Pasar Senen-Kota, M08 jurusan Tanah Abang-Kota, M15 jurusan Tanjung Priok-Kota, dan Patas AC 79 jurusan Kampung Rambutan-Kota. Selain bus ada juga transportasi KRL Jabodetabek yang melayani rute Bogor-Jakarta Kota.

Bagi Anda yang ingin jalan-jalan tempat ini, jangan lupa untuk membaca terlebih dahulu tips wisata ke Kota Tua Jakarta yang meliputi waktu kunjungan, pakaian, barang yang harus dibawa, dan lain sebagainya. Sekian dulu info tentang wisata Kota Tua Jakarta yang paling bagus dan hits, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>